Tara Basro Menyampaikan Pesan Mengharukan Melalui Buku Yasin Vidi Aldiano

Jakarta – Sudah lebih dari 40 hari sejak kepergian Vidi Aldiano, seorang penyanyi yang dikenal lewat lagu “Nuansa Bening”. Pada hari Sabtu, 18 April 2026, keluarganya menggelar acara 40 harian di Masjid Nurul Hidayah, Bintaro, Jakarta Selatan, untuk mengenang sosoknya. Dalam momen yang emosional ini, aktris Tara Basro berbagi pengalaman tentang proses pembuatan buku Yasin yang didedikasikan untuk sahabatnya tersebut. Tara, yang telah memiliki hubungan dekat dengan Vidi selama bertahun-tahun, diberi kepercayaan untuk berperan aktif dalam menciptakan buku Yasin yang akan dibagikan pada acara tersebut.
Momen yang Mengharukan dan Tak Terduga
Ketika membagikan pengalamannya melalui media sosial, Tara mengungkapkan perasaan campur aduk yang mengisi pikirannya. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan terlibat dalam pembuatan buku Yasin yang memuat nama Vidi. Dalam unggahannya, Tara menyampaikan, “Aku mimpi apa ya, Vid, harus bikin buku Yasin tapi ada nama kamu di situ.” Momen tersebut menjadi semakin emosional, mengingat betapa dekatnya mereka berdua.
Pentingnya Mengabadikan Kenangan
Tara menginginkan buku Yasin tersebut menjadi representasi dari sosok Vidi yang dikenal banyak orang. Ia berharap setiap orang yang membuka buku itu dapat merasakan kehadiran Vidi dan mengenang semua momen yang mereka lalui bersama. “Dari awal kebayang mau buku yang menggambarkan Vidi, sesuatu yang kalau dibuka, orang bisa sedikit menemukan lo di sana,” ungkapnya. Dalam proses kreatif ini, Tara bersyukur atas bantuan dari tim @gemasemesta yang membantunya mewujudkan visi yang kompleks di pikirannya.
Desain yang Unik dan Personal
Buku Yasin yang dihasilkan memiliki tampilan yang berbeda dari buku Yasin pada umumnya. Sampulnya berwarna biru jeans dengan nama Vidi yang ditulis secara timbul di atas paranada, menciptakan kesan yang elegan dan personal. Keberadaan desain yang unik ini ditujukan agar setiap orang merasa terhubung dengan Vidi saat melihat buku tersebut.
Halaman Kenangan dan Harapan
Pada halaman pertama buku, Tara menyisipkan foto senyuman terbaik Vidi, lengkap dengan nama lengkapnya, Oxavia Aldiano. Selain itu, ada juga halaman kosong yang disediakan untuk orang-orang menuliskan kenangan mereka bersama Vidi. “Halaman ini menjadi ruang untuk menyimpan kenangan kita. Dalam bentuk tulisan, foto, gambar, atau apa pun yang terasa paling dekat,” terangnya sambil menunjukkan halaman putih yang ada di dalam buku.
Doa dan Pesan dalam Buku Yasin
Tara juga menambahkan doa dan pesan yang mencerminkan siapa Vidi selama hidupnya. Dalam tulisannya, ia menekankan bahwa meskipun rasa kehilangan itu tidak akan pernah sepenuhnya hilang, kehadiran Vidi akan selalu ada dalam setiap doa yang dipanjatkan oleh sahabat dan keluarganya. “Kita semua tahu. Mungkin duka atau kepergian Vidi tak akan pernah benar-benar berakhir. Semoga bersama buku ini, Vidi akan selalu dekat dalam doa,” tulisnya.
Pembelajaran Berharga Melalui Proses Kreasi
Selama proses pembuatan buku Yasin ini, Tara merasa telah belajar banyak hal. Dikenal sebagai sosok yang perfeksionis, ia menyadari bahwa tidak semua hal harus sempurna agar dapat memiliki makna. “Lewat buku ini, entah kenapa gue merasa lo lagi ngingetin gue… kalau kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Si perfeksionis ini harus belajar menerima kalau nggak semuanya harus sempurna untuk bisa berarti,” ungkapnya.
Harapan Terakhir untuk Vidi Aldiano
Di akhir unggahan, Tara memperlihatkan bentuk fisik buku Yasin yang telah selesai. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi kenangan yang indah sekaligus menjadi doa terbaik untuk Vidi Aldiano agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Setiap elemen yang ada dalam buku ini bukan hanya menjadi sebuah karya, tetapi juga merupakan sebuah persembahan cinta dari seorang sahabat yang masih belajar untuk merelakan.
Kesimpulan yang Mengharukan
Tara Basro, melalui buku Yasin ini, tidak hanya mengabadikan kenangan tentang Vidi Aldiano, tetapi juga menyampaikan pesan yang mendalam tentang cinta, kehilangan, dan harapan. Dalam setiap halaman, ada cerita yang hidup, kenangan yang tak terlupakan, dan doa yang tulus. Buku Yasin ini bukan sekadar sebuah buku, tetapi sebuah warisan emosional yang akan terus diingat oleh semua yang mengenal Vidi, menjadikannya sebagai simbol dari cinta yang abadi.
➡️ Baca Juga: Tips Efektif Menjaga Kesehatan Pencernaan Tanpa Mengandalkan Obat-obatan Berlebihan
➡️ Baca Juga: Lengkap: Cara Cek Jadwal Gladi Bersih TKA 2026 untuk SD-SMP di Sini!




