www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

slot depo 10k slot depo 10k
Megapolitan

Calon Sekolah Adiwinata Bekasi Siap Menghadapi Penilaian Akhir dengan Optimal

Program Adiwiyata di Kabupaten Bekasi telah memasuki tahap akhir penilaian untuk calon sekolah yang akan menjadi Sekolah Adiwiyata pada tahun 2026. Sebanyak 20 sekolah telah dinyatakan memenuhi syarat setelah melewati proses penilaian awal serta verifikasi lapangan. Ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap keberlanjutan dan lingkungan hidup.

Perubahan Pendekatan Program Adiwiyata

Ketua Tim Penilai Program Adiwiyata Kabupaten Bekasi, Wowo Fadillah, menjelaskan bahwa tahun ini menunjukkan perubahan signifikan dalam pelaksanaan program. Sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025, pendekatan terhadap program ini telah disesuaikan untuk memastikan bahwa Adiwiyata bukan sekadar lomba, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran dan perilaku positif di sekolah.

Tujuan Utama Program

Wowo menekankan bahwa tahun 2025 menandai titik balik penting bagi Adiwiyata. “Kami ingin menyamakan persepsi bahwa Adiwiyata lebih dari sekadar kompetisi; ini adalah tentang membangun budaya di sekolah yang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya saat ditemui di Cikarang.

Kerjasama Multisektoral dalam Pembinaan

Proses pembinaan untuk calon sekolah Adiwiyata melibatkan lima unsur penting, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bappeda, serta Himpunan Penggiat Adiwiyata Kabupaten Bekasi. Kelima unsur ini berperan sebagai tim pembina dan penilai, yang dibentuk berdasarkan keputusan Bupati Bekasi.

  • Dinas Lingkungan Hidup
  • Dinas Pendidikan
  • Kementerian Agama
  • Bappeda
  • Himpunan Penggiat Adiwiyata

Pembinaan Menyeluruh untuk Semua Warga Sekolah

Program pembinaan yang diberikan tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga melibatkan seluruh elemen sekolah. Kepala sekolah, guru, komite sekolah, hingga kader Adiwiyata semua berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sadar akan isu lingkungan. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter serta perilaku yang lebih baik di kalangan siswa dan seluruh warga sekolah.

Fokus pada Perubahan Karakter dan Lingkungan

“Dua aspek yang kami ubah adalah karakter atau perilaku dan perubahan fisik lingkungan sekolah,” tambah Wowo. Dengan pendekatan ini, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendukung pembelajaran yang berkelanjutan.

Aspek Lingkungan dalam Program Adiwiyata

Program Adiwiyata mencakup lima aspek lingkungan hidup yang diintegrasikan ke dalam kegiatan sekolah. Fokus utama dari program ini adalah pada:

  • Kebersihan dan sanitasi
  • Pengelolaan sampah
  • Keanekaragaman hayati
  • Penghematan dan konservasi energi
  • Penghematan dan konservasi air

Setiap aspek tersebut dirancang untuk terhubung dengan pembelajaran di kelas, sehingga materi yang diajarkan kepada siswa tidak hanya berakhir di ruang kelas tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengelolaan Sampah dalam Pembelajaran Matematika

Sebagai contoh, pengelolaan sampah dapat diajarkan melalui pelajaran matematika dengan meminta siswa untuk mengidentifikasi, menimbang, dan menghitung komposisi sampah yang dihasilkan oleh sekolah. “Dengan cara ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikannya dengan memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah,” jelas Wowo.

Kegiatan Praktis untuk Membangun Kesadaran Lingkungan

Penerapan program di lapangan juga meliputi berbagai kegiatan praktis seperti kebersihan dan sanitasi, pemeliharaan serta penanaman pohon, serta penghematan energi. Siswa diajarkan untuk memanfaatkan air bekas wudu untuk menyiram tanaman, sehingga mereka dapat melihat dampak positif dari tindakan kecil terhadap lingkungan.

Pengenalan Biopori Sebagai Upaya Konservasi Air

Sekolah-sekolah juga diperkenalkan dengan konsep biopori sebagai salah satu metode untuk konservasi air. Praktik ini diintegrasikan dengan pelajaran mengenai siklus hidrologi, sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga sumber daya air.

Profil Sekolah Peserta Program Adiwiyata

Dalam penilaian calon Sekolah Adiwiyata 2026, 20 sekolah yang berpartisipasi berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. Jenjang pendidikan yang menjadi fokus program ini adalah SD dan SMP, termasuk MI dan MTs. Menurut Wowo, sekolah-sekolah ini mengikuti program dengan kesadaran penuh untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten pada tahun 2026.

“Dari 20 sekolah tersebut, semuanya menunjukkan kesadaran yang tinggi untuk berkomitmen menjadi Sekolah Adiwiyata,” tuturnya. Ini adalah langkah positif yang menunjukkan bahwa semakin banyak sekolah yang berupaya untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.

➡️ Baca Juga: NBA Cabut Hak Clippers atas Lima Pilihan Draft Putaran Pertama untuk Tahun Mendatang

➡️ Baca Juga: Perempuan Tangguh Bandung Meningkatkan Mobilitas Bersama inDrive di Jalanan

Related Articles

Back to top button