Anissa Aziza Menjalani Peran Juggling Mom dengan Memprioritaskan Keluarga dan Karier

Di era modern seperti sekarang, perempuan sering kali menghadapi tantangan untuk menjalani beragam peran secara bersamaan. Mereka tidak hanya aktif dalam dunia kerja dan mengembangkan minat, tetapi juga tetap berfungsi sebagai pilar utama dalam keluarga. Fenomena ini melahirkan istilah juggling mom, yang menggambarkan sosok wanita yang berusaha seoptimal mungkin untuk menyeimbangkan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sekitar 45,25 persen perempuan Indonesia terlibat dalam sektor formal, menunjukkan bahwa mereka memainkan peranan penting dalam ekonomi sekaligus dalam lingkungan keluarga.

Anissa Aziza: Contoh Nyata Juggling Mom

Salah satu contoh paling inspiratif dari fenomena juggling mom adalah Anissa Aziza. Dalam menjalani perannya, ia tidak terlepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi. Anissa membagikan, bahwa hari-harinya dipenuhi dengan berbagai aktivitas, mulai dari mengurus anak dan suami hingga menjalani pekerjaan di luar rumah. Meskipun kesibukan tersebut cukup padat, ia selalu menjadikan keluarganya sebagai prioritas utama. “Meskipun kita memiliki banyak kegiatan, keluarga tetap menjadi yang terpenting. Saya selalu mengurus anak dan suami terlebih dahulu, baru setelah itu saya fokus pada pekerjaan,” ucapnya dalam sebuah acara Media Gathering yang bertajuk Dukung Kartini Masa Kini.

Perjalanan Memasak sebagai Juggling Mom

Perjalanan Anissa dalam mengelola berbagai peran ini juga tergambar jelas dalam aktivitasnya di dapur. Ia mengakui bahwa memasak bukanlah keterampilan yang ia kuasai sejak awal. Bahkan, ia baru benar-benar belajar memasak setelah menikah. Proses belajar ini pada awalnya membuatnya merasa canggung dan kurang percaya diri. Namun, seiring berjalannya waktu, istri dari Raditya Dika ini mulai menemukan ritme dalam aktivitas memasaknya. Dari ketidakpastian tentang menu yang harus disiapkan, ia akhirnya dapat mengidentifikasi pola, bahan, dan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya.

“Pada awalnya, saya merasa sangat kaget dan semua terasa berantakan. Namun, seiring berjalannya waktu, saya dapat menemukan ritme dan menjadi lebih memahami apa yang harus dimasak dan bagaimana cara melakukannya,” jelas Anissa. Di tengah keterbatasan waktu yang sering kali mengikatnya, Anissa memiliki strategi cerdas untuk memasak dengan cara yang lebih praktis. Ia memilih bahan-bahan yang sederhana dan menu yang mudah diolah, tanpa mengabaikan pentingnya nutrisi bagi keluarganya. Menurutnya, kunci utama bukanlah pada kompleksitas masakan, melainkan pada keseimbangan antara kecepatan, rasa, dan nilai gizi.

Tantangan Memastikan Keluarga Menyukai Makanan

Salah satu tantangan terbesar bagi Anissa adalah memastikan bahwa makanan yang disajikan tetap disukai oleh anggota keluarganya. “Nutrisi sangat penting, namun rasa juga harus enak. Ini penting agar anak-anak tetap semangat untuk makan,” tambahnya. Dalam perjalanan memasaknya, Anissa menyadari bahwa proses memasak tidak harus selalu sempurna. Ia belajar untuk tidak terlalu membebani diri dengan standar yang terlalu tinggi, melainkan lebih fokus pada keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam belajar.

Perubahan Peran Perempuan di Era Modern

Pada kesempatan yang sama, Ranie Wulandari, Head of Marketing PT Sasa Inti, menyoroti dinamika perubahan peran perempuan yang semakin kompleks dan beragam. Ia mencatat bahwa perempuan masa kini tidak lagi terjebak dalam satu peran saja, tetapi menjalani berbagai aktivitas baik di ranah domestik maupun profesional secara bersamaan. Ranie menekankan pentingnya dukungan terhadap perempuan, terutama dalam aktivitas sehari-hari seperti memasak, agar mereka dapat menjalani beragam peran dengan lebih seimbang dan efisien.

Pentingnya Dukungan dalam Menjalani Berbagai Peran

Dalam konteks ini, dukungan dari lingkungan sekitar menjadi sangat krusial. Keluarga, teman, dan komunitas dapat memberikan bantuan yang diperlukan agar perempuan seperti Anissa Aziza dapat menjalani perannya sebagai juggling mom dengan lebih baik. Beberapa aspek yang dapat mendukung perempuan dalam menjalani peran ini antara lain:

Pentingnya dukungan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Ketika perempuan dapat menyeimbangkan peran mereka dengan baik, mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam berbagai aspek, baik di rumah maupun dalam bidang profesional.

Membangun Mindset Positif dalam Menghadapi Tantangan

Salah satu kunci untuk menjadi juggling mom yang sukses adalah memiliki mindset yang positif. Anissa Aziza menekankan bahwa dalam prosesnya, ia belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Setiap kegagalan atau kesalahan dalam memasak bukanlah akhir dari segalanya; sebaliknya, itu adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Dengan sikap ini, ia merasa lebih berani untuk mencoba hal-hal baru, baik di dapur maupun dalam aspek lain dalam hidupnya.

“Setiap kali saya mencoba resep baru atau teknik memasak yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, saya selalu ingat bahwa proses ini adalah bagian dari perjalanan. Tidak ada yang sempurna, dan yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba,” ujarnya. Pandangan ini menjadi motivasi bagi banyak perempuan lain yang berjuang untuk menyeimbangkan berbagai peran mereka.

Tips Untuk Juggling Mom di Era Modern

Bagi para perempuan yang ingin menjalani peran sebagai juggling mom, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mempermudah prosesnya:

Dengan menerapkan tips-tips ini, juggling mom dapat menjalani peran mereka dengan lebih efektif dan mendapatkan kepuasan dalam setiap aspek kehidupan mereka. Seiring dengan perkembangan zaman, dukungan dari masyarakat dan lingkungan sekitar menjadi sangat penting untuk memastikan perempuan dapat menjalani berbagai peran dengan seimbang dan sukses.

Anissa Aziza adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, komitmen, dan dukungan yang tepat, perempuan dapat menjalani peran sebagai juggling mom dengan baik. Ia menunjukkan bahwa meskipun tantangan selalu ada, dengan mindset yang tepat dan strategi yang efektif, setiap perempuan dapat mencapai keseimbangan antara keluarga dan karier.

➡️ Baca Juga: Gubernur Khofifah Mengimbau Warga Jatim Siaga Menghadapi Kemarau Ekstrem

➡️ Baca Juga: Tablet Murah dengan Performa Stabil untuk Pembelajaran Online dan Tugas Sekolah Harian

Exit mobile version