Bappenas Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melebihi 6 Persen untuk Pembangunan Berkelanjutan

SURABAYA – Dalam upaya untuk mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, mengarahkan Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Target ini tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pembangunan yang sejalan dengan penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketimpangan sosial.
Strategi Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Jatim
Dalam sebuah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jawa Timur, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target pertumbuhan tersebut. Ia menyatakan, “(Kami mendorong) Jawa Timur mencapai pertumbuhan di atas 6 persen, disertai peningkatan kualitas pembangunan melalui penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketimpangan.” Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merancang strategi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rancangan Kerja Pemerintah 2027
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Menteri PPN mengungkapkan bahwa Bappenas bersama dengan pemerintah daerah sedang menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Rancangan ini merupakan bagian dari kerangka pembangunan nasional yang terintegrasi, yang bertujuan untuk memperkuat dasar ekonomi wilayah secara menyeluruh.
Target Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh Bappenas untuk Jatim tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam RKP 2027, target pertumbuhan ditetapkan dalam kisaran antara 6,3 hingga 7,5 persen, yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Ini adalah sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Program Prioritas Nasional
Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional. Beberapa program yang menjadi sorotan antara lain:
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Sekolah Rakyat
- Digitalisasi pendidikan
- Pemberdayaan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih
- Pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan
Melalui program-program ini, diharapkan ada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan layanan penting.
Pembangunan Infrastruktur Strategis
Di Jawa Timur, sejumlah proyek strategis tengah digalakkan. Pembangunan bendungan, sistem penyediaan air minum, kilang minyak di Tuban, pengembangan biofuel, serta pembangunan jalan tol dan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Gresik dan Singasari merupakan beberapa inisiatif yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim ke arah yang lebih positif.
Potensi Kawasan Metropolitan Surabaya
Kawasan metropolitan Surabaya, yang dikenal dengan sebutan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan), memiliki potensi yang cerah sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Jatim. Prospek ini semakin diperkuat dengan pembangunan infrastruktur yang terus menerus diperbaiki dan diintegrasikan, sehingga menciptakan konektivitas yang lebih baik antar daerah.
Pentingnya Tata Kelola Data
Kepala Bappenas juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola data melalui inisiatif Satu Data Indonesia (SDI). SDI dianggap sebagai fondasi penting dalam mendukung perencanaan dan pengendalian pembangunan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan adanya sistem data yang baik, maka proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih tepat dan akurat.
Harmonisasi dan Sinergi Pembangunan
SDI diharapkan dapat menjaga harmonisasi keamanan antara pusat, daerah, dan desa. Hal ini penting agar proses pembangunan di tingkat desa dapat berjalan dengan lebih selaras, efektif, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, penting untuk memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki akses terhadap informasi yang akurat dan terkini.
Perkuatan Ekonomi Daerah
Menteri PPN menekankan bahwa RKP 2027 harus menjadi landasan yang kuat untuk memperkuat ekonomi daerah. “Jika ekonomi daerah kuat, maka ekonomi nasional juga akan kuat,” paparnya. Ini menunjukkan bahwa fokus pada perkembangan ekonomi lokal akan memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh Bappenas dan pemerintah daerah, diharapkan pertumbuhan ekonomi Jatim dapat melampaui target yang ditetapkan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Keselarasan antara kebijakan pusat dan inisiatif lokal menjadi kunci dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Jawa Timur.
Melalui upaya yang terintegrasi dan kolaboratif, Jawa Timur tidak hanya berpotensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, tetapi juga menjadi contoh bagi provinsi lain dalam meraih pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Nutrisi Alami untuk Mengurangi Keluhan Pencernaan Ringan Saat Bekerja Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Citilink Mulai Terbang Rute Jakarta–Pagar Alam dari Bandara Halim Perdanakusuma


