Jakarta – Demian Aditya kini resmi berperan sebagai eksekutif produser dalam film “Memburu Pemangsa,” sebuah proyek yang digarap oleh Umay Shahab dan timnya. Keterlibatan Demian dalam film ini tidak lepas dari ketertarikan mendalamnya terhadap kisah yang diangkat, yang berakar dari peristiwa nyata dan terkait erat dengan aktivitas penelusuran fenomena supranatural yang selama ini telah menjadi bagian dari hidupnya.
Minat Demian Aditya terhadap Cerita Nyata
Demian mengungkapkan bahwa ketertarikan awalnya muncul ketika ia mendengar penjelasan dari Umay mengenai tema cerita yang akan dituangkan ke dalam film. Ia menganggap bahwa banyak kejadian yang diangkat dalam film tersebut bukan sekadar hasil imajinasi, melainkan benar-benar didasari oleh data dan laporan yang faktual.
“Ada satu hal yang menarik sebenarnya kenapa saya mau banget, karena dari cerita Umay itu sendiri. Semua yang dia jabarkan di film itu semua berdasarkan data yang memang bener-bener real ada,” ungkap Demian Aditya dalam keterangannya baru-baru ini.
Kisah Pemangsa Anak berdasarkan Data Nyata
Dalam film ini, Demian menjelaskan bahwa cerita mengenai sosok pemangsa anak yang diduga bekerja sama dengan iblis bukanlah hal yang sepele. Ia menyatakan bahwa terdapat bukti dan data yang mendukung keberadaan kisah tersebut, yang semakin menambah daya tarik proyek film ini baginya.
“Ternyata ada laporan yang mengatasnamakan bahwa dia bekerja sama dengan iblis, dan semua itu ada datanya,” tambah Demian, menegaskan keabsahan cerita yang diangkat.
Kesamaan dengan Aktivitas Penelusuran
Demian merasa bahwa kesamaan antara narasi dalam “Memburu Pemangsa” dan aktivitas penelusuran yang dilakukannya selama ini menjadi salah satu alasan kuat untuk terlibat dalam proyek ini. Ia menjelaskan bahwa penelusurannya tidak hanya berfokus pada penampakan hantu atau sosok supranatural, tetapi juga berupaya memahami masalah yang dihadapi oleh para pihak terkait.
Selama melakukan penelusuran bersama istrinya, Sara Wijayanto, Demian sering kali menemukan kisah yang berkaitan dengan korban yang telah tiada. Komunikasi dengan sosok korban menjadi bagian penting dalam proses penelusuran yang mereka lakukan.
Pengalaman Penelusuran Bersama Sara Wijayanto
➡️ Baca Juga: 80 Perusahaan Berkolaborasi dengan PAL Jaya untuk Meningkatkan Kinerja Layanan
➡️ Baca Juga: Prabowo Subianto Ingatkan Danantara: Target Pengembalian Aset Rp 800 Triliun per Tahun Masih Jauh
