Inisiatif SCSE 2026 Mengedepankan Kota Berbasis Data dan Energi AI untuk Masa Depan yang Cemerlang

Pada tahun 2026, Taipei akan menjadi tuan rumah perhelatan Smart City & Net-Zero City Expo, menyatukan lebih dari 250 peserta dari seluruh dunia yang memamerkan inovasi dalam pengembangan kota pintar. Di antara berbagai peserta, proyek Smart City Takeshiba dari Jepang dan perusahaan teknologi energi Ancillary Power menonjol sebagai contoh nyata dari transformasi urban yang mengedepankan kota berbasis data dan energi AI. Kehadiran kedua entitas ini di Smart City Summit & Expo (SCSE) mencerminkan komitmen global terhadap kota yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Dengan teknologi yang terus berkembang, masa depan kota-kota ini tampak semakin cerah, dan inisiatif ini menjadi salah satu kunci untuk mewujudkannya.
Inovasi dari Smart City Takeshiba
Smart City Takeshiba memperkenalkan sebuah platform yang memanfaatkan data secara real-time untuk mengintegrasikan beragam sumber informasi, termasuk data mengenai bangunan, lingkungan, arus lalu lintas, dan open data. Pendekatan ini memungkinkan visualisasi data yang komprehensif, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, serta mendistribusikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk signage digital dan aplikasi mobile.
Keunggulan dari sistem ini tidak hanya meningkatkan mobilitas pejalan kaki, tetapi juga memperkuat ketahanan kota terhadap bencana. Melalui sistem peringatan dini untuk gempa bumi, panduan evakuasi, dan informasi lokasi tempat perlindungan, ekosistem digital ini dirancang untuk menjangkau ratusan ribu pengguna.
Manfaat dan Pencapaian
Proyek ini telah berhasil menjangkau sekitar 30.000 pengguna dengan informasi real-time dan memberikan informasi darurat kepada sekitar 50.000 komuter. Beberapa manfaat lainnya dari proyek ini meliputi:
- Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap situasi darurat.
- Penyediaan informasi yang lebih mudah diakses bagi semua lapisan masyarakat.
- Peningkatan efisiensi dalam pengelolaan lalu lintas.
- Pengurangan risiko bencana melalui persiapan yang lebih baik.
- Model yang dapat diterapkan di kota lain dengan tantangan serupa.
Inovasi ini juga mendapatkan pengakuan internasional, dengan terpilihnya Smart City Takeshiba sebagai finalis dalam World Smart City Awards 2025 untuk kategori Enabling Technology. Ini adalah pencapaian yang signifikan, mencatat bahwa proyek sektor swasta dari Tokyo berhasil meraih nominasi dalam penghargaan global tersebut.
Ancillary Power dan Virtual Power Plant
Di sisi lain, Ancillary Power menawarkan pendekatan yang berbeda dengan mengembangkan Virtual Power Plant (VPP) yang berbasis AI. VPP bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi di lingkungan perkotaan dengan mengintegrasikan berbagai sumber energi, termasuk penyimpanan energi dan pengisian kendaraan listrik, dalam satu sistem yang efisien.
Dengan tema “AI-Driven Dispatch × Enhancing Urban Energy Resilience”, perusahaan ini menekankan pentingnya transisi dari konsep menuju implementasi nyata dalam sistem energi kota. Teknologi ini memungkinkan pengendalian beban listrik pada saat puncak penggunaan, meningkatkan stabilitas pasokan energi, serta optimalisasi distribusi daya di wilayah urban.
Implementasi dan Edukasi Publik
Dalam satu tahun terakhir, Ancillary Power telah menciptakan solusi yang dapat digunakan di berbagai sektor, termasuk pabrik pintar dan pusat data. Sistem ini dirancang dengan prinsip yang dapat dikendalikan, diverifikasi, dan diskalakan, memberikan peluang implementasi yang lebih luas di berbagai kota.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai energi berbasis AI, perusahaan ini memperkenalkan maskot bernama Professor An yang bertujuan untuk menjelaskan konsep-konsep kompleks dengan cara yang lebih mudah dimengerti oleh pengunjung pameran. Dengan pendekatan ini, Ancillary Power berharap dapat menjembatani kesenjangan pengetahuan di masyarakat mengenai teknologi energi.
Transformasi dan Integrasi Kota Pintar
Partisipasi kedua entitas ini dalam SCSE 2026 menunjukkan bahwa transformasi kota pintar tidak hanya sebatas digitalisasi layanan, tetapi juga melibatkan integrasi sistem energi dan peningkatan ketahanan kota secara menyeluruh. Dari penggunaan platform data real-time hingga pengelolaan energi berbasis AI, inovasi yang ditampilkan di expo ini menggambarkan arah baru dalam pembangunan kota yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Berbagai inovasi ini membuktikan bahwa dengan mengedepankan kota berbasis data dan energi AI, kita dapat menciptakan lingkungan urban yang lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ini adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi kota-kota di seluruh dunia.
Kesimpulan
Inisiatif yang ditampilkan dalam Smart City Summit & Expo (SCSE) 2026 menegaskan bahwa masa depan kota-kota kita terletak pada kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi terbaru dan pendekatan inovatif. Dengan mengedepankan kota berbasis data dan energi AI, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih efisien, tetapi juga lebih inklusif dan siap menghadapi tantangan global yang ada.
Setiap inovasi yang diperkenalkan di expo ini, baik dari Smart City Takeshiba maupun Ancillary Power, adalah contoh nyata dari bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup di perkotaan. Dengan terus berinvestasi dalam inovasi ini, kita dapat membangun kota-kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Wakil Wali Kota Cimahi Tinjau Posko Mudik untuk Pastikan Pelayanan Pemudik Optimal
➡️ Baca Juga: Indeks Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan Capai 5,71 Persen, Melampaui Standar Provinsi dan Nasional




