Jalan Rusak di Pangadegan Banjar Belum Diperbaiki Setelah Tiga Tahun Menunggu

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, warga Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar, masih menghadapi tantangan besar akibat kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Akses jalan menuju Lembur Balong yang sepanjang tiga kilometer itu mengalami kerusakan parah di banyak titik, mengakibatkan gangguan pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat. Sudah lebih dari tiga tahun, keluhan ini tidak kunjung menemukan solusi, meninggalkan masyarakat dalam ketidakpastian dan frustrasi.
Kendala Perbaikan Jalan yang Berkepanjangan
Ketua RT 02, Yaya, mengungkapkan rasa lelah dan frustrasi warga yang sudah menunggu perbaikan jalan. Mereka telah mengajukan proposal perbaikan ke pihak kelurahan sejak tahun 2023. Tim dari kelurahan bahkan sudah melakukan survei ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi jalan. Namun, hingga pertengahan April 2026, belum ada tanda-tanda perbaikan yang akan dilakukan.
“Kami telah mengajukan permohonan perbaikan sejak tahun 2023. Survei sudah dilakukan, namun realisasi perbaikan jalan masih belum ada. Warga terus menunggu dengan harapan, tetapi kondisi jalan semakin parah dari hari ke hari,” jelas Yaya pada Kamis (16/4/2026).
Usaha Perbaikan Swadaya yang Tak Mampu Menutupi Kebutuhan
Dalam menghadapi kondisi jalan yang semakin buruk, warga pun berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri. Mereka melakukan perbaikan darurat di segmen jalan yang memiliki lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter. Namun, upaya ini dianggap tidak cukup efektif karena kerusakan masih meluas di hampir seluruh panjang jalan tersebut.
- Perbaikan yang dilakukan baru sekitar 12 meter.
- Kerusakan utama masih terjadi di banyak titik.
- Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah kota.
- Perbaikan ini penting untuk aksesibilitas dan keselamatan warga.
- Pemerintah diharapkan segera memberikan solusi yang konkret.
“Perbaikan yang kami lakukan baru mencakup 12 meter saja. Ini jelas jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan akses jalan sepanjang 3 kilometer. Kami sangat berharap pemerintah kota segera memberikan jawaban atas masalah ini,” tegas Yaya.
Dampak Terhadap Ekonomi dan Keselamatan Warga
Warga sangat khawatir mengenai dampak terhadap distribusi hasil bumi dari Lembur Balong. Kerusakan jalan ini juga menimbulkan ancaman keselamatan bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah serta para pekerja yang setiap hari melintas. Mereka, terutama warga RT 02/RW 18, masih menantikan kepastian kapan jalan yang rusak ini akan diperbaiki.
Kepedulian Pihak Kelurahan
Lurah Hegarsari, Angga Tri Permana, mengakui bahwa kondisi jalan di wilayah tersebut sangat memprihatinkan. Dia menyatakan bahwa pihak kelurahan telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki situasi ini. Usulan perbaikan jalan ini telah diajukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selama tiga tahun berturut-turut, yaitu dari 2023, 2024, hingga 2025.
“Kami telah mengawal usulan ini melalui Musrenbang dan mengirimkannya ke tingkat kota. Selain itu, kami juga berusaha mencari sumber pendanaan alternatif melalui bantuan keuangan dari berbagai sumber,” ungkap Angga.
Koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan
Pihak kelurahan terus melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar. Hasil dari koordinasi ini menunjukkan bahwa proyek perbaikan jalan di Pangadegan sudah masuk dalam daftar prioritas pembangunan untuk tahun anggaran 2025.
Namun, hingga saat ini, warga masih belum melihat adanya realisasi dari perbaikan yang dijanjikan. Lurah Angga mengakui bahwa dia belum mengetahui penyebab pasti dari penundaan tersebut, sehingga menambah rasa frustrasi bagi warga yang sudah lama menunggu.
Menanti Kepastian dan Solusi
Dengan kerusakan jalan yang semakin parah, warga memerlukan kejelasan dan tindakan nyata dari pemerintah. Mereka berharap agar suara mereka didengar dan direspons dengan tindakan yang cepat. Masyarakat sangat menantikan adanya keputusan yang dapat menyelesaikan masalah ini secara tuntas.
Segala upaya telah dilakukan oleh warga dan pihak kelurahan, namun hasilnya belum terlihat. Dalam situasi ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Pentingnya Perhatian Terhadap Infrastruktur Jalan
Infrastruktur jalan yang baik adalah tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, perhatian serius dari pemerintah dalam hal perbaikan infrastruktur sangat dibutuhkan.
Dalam konteks ini, pengalaman warga Pangadegan seharusnya menjadi pelajaran bagi pihak berwenang untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keputusan yang cepat dan tepat dalam memperbaiki jalan akan berdampak positif bagi kehidupan sehari-hari warga.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Warga Pangadegan berharap agar problem jalan rusak di wilayah mereka segera mendapatkan perhatian yang layak. Mereka menginginkan agar pemerintah tidak hanya sekadar berjanji, tetapi juga mampu merealisasikan janji-janji tersebut menjadi tindakan nyata.
Keberhasilan dalam memperbaiki jalan akan membuka akses yang lebih baik bagi perekonomian lokal dan meningkatkan keselamatan bagi semua pengguna jalan. Dengan demikian, kehidupan masyarakat Pangadegan dapat berjalan lebih lancar dan sejahtera.
Saat ini, semua yang dapat dilakukan adalah menunggu, sambil terus berharap agar suara mereka didengar dan ditindaklanjuti. Warga percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, jalan rusak ini dapat segera diperbaiki dan kehidupan mereka akan kembali normal.
➡️ Baca Juga: Strategi Mengelola Portofolio Cryptocurrency untuk Menciptakan Stabilitas dan Keuntungan
➡️ Baca Juga: Pengaruh Intensitas Duel terhadap Kontrol Permainan Sepak Bola Tim Modern yang Efektif




