Kronologi Perdebatan Ruben Onsu dan Sarwendah dengan Bukti Video yang Kuat

Jakarta – Ketegangan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat setelah keduanya mengungkapkan rekaman video yang memperlihatkan perselisihan mereka. Ruben menjadi yang pertama mengunggah rekaman CCTV yang menunjukkan penyerahan amplop putih oleh asisten Sarwendah kepada seseorang. Menanggapi hal tersebut, Sarwendah memberikan penjelasan terkait rekaman tersebut serta membagikan video call antara Ruben dan seorang pria. Perseteruan yang berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 ini menarik perhatian publik, terutama karena konflik hak asuh anak yang juga menjadi bagian dari permasalahan mereka. Berikut adalah kronologi perdebatan Ruben Onsu dan Sarwendah yang disertai bukti video yang kuat.
Awal Mula Perseteruan
Perseteruan antara Ruben dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ruben mengunggah rekaman CCTV di akun media sosialnya yang memperlihatkan Manda, asisten Sarwendah, mengambil amplop putih dari tas merah yang terletak di atas sofa dan menyerahkannya kepada seseorang. Dalam unggahannya, Ruben mempertanyakan isi amplop tersebut dan siapa penerimanya. Ia menduga bahwa amplop itu berisi uang dalam kisaran Rp30 juta hingga Rp35 juta, meski angka tersebut belum terkonfirmasi secara independen.
Dalam keterangan unggahannya, Ruben menyentil pihak yang ia anggap berusaha menjatuhkannya sambil berpura-pura ingin berdamai. Ia menekankan, “Ke mana-mana selalu bilang mau damai, tapi lu rendahkan terus ayahnya dengan tangan orang untuk menjatuhkan!” Ruben juga menegaskan bahwa ia selama ini memilih untuk tidak menanggapi berbagai sindiran yang dianggap menyudutkannya. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk menayangkan rekaman CCTV secara utuh jika pihak-pihak yang disinggung tidak memberikan penjelasan yang memadai.
Klarifikasi dari Sarwendah
Sehari setelah unggahan Ruben yang ramai dibicarakan, Sarwendah memberikan klarifikasi melalui akun Instagramnya pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa pertemuan yang terekam dalam CCTV melibatkan dirinya, content creator Artos, Ibu Z, dan pengacara Jaenudin. Menurut Sarwendah, pertemuan tersebut diadakan atas undangan Ibu Z untuk membahas kemungkinan bantuan hukum terkait harta bersama, khususnya rumah yang sedang dalam proses lelang.
“Di dalam video itu, saya diundang Ibu Z untuk bertemu Artos dan Pak Jaenudin. Menurut Ibu Z, Pak Jaenudin bisa membantu permasalahan hak gono-gini rumah yang akan dilelang,” tulis Sarwendah dalam unggahannya. Ia juga menjelaskan bahwa uang dalam amplop tersebut merupakan ongkos transportasi dan bentuk apresiasi kepada Artos atas bantuannya. Sarwendah menegaskan bahwa amplop itu bukanlah pembayaran untuk menjatuhkan Ruben atau membayar buzzer, melainkan berkaitan dengan informasi yang dapat membantu persoalan hukumnya.
Pembagian Rekaman Video Call
Dalam unggahan yang sama, Sarwendah mengungkapkan bahwa Artos memperlihatkan rekaman video call antara Ruben dan seorang pria. Artos mengklaim bahwa Ruben pernah menggoda kekasihnya dan menawarkan sejumlah hal. Sarwendah membagikan empat potongan video melalui akun Instagramnya, yang menunjukkan Ruben berbincang dengan pria tersebut. Salah satu potongan video menampilkan Ruben yang menyebutkan tentang “penjaga hati.”
“Eh, kamu temenin aku aja kalau nggak, mau nggak? Jadi penjaga hati mau nggak?” ujar Ruben dalam rekaman tersebut. Dalam potongan percakapan lainnya, Ruben juga membahas tentang kesetiaan. Keberadaan video-video ini memicu berbagai reaksi dari warganet yang mempertanyakan konteks percakapan tersebut serta hubungan antara para individu yang terlibat. Meskipun demikian, klaim mengenai interaksi Ruben dengan kekasih Artos hanya bersumber dari keterangan Sarwendah dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang terverifikasi.
Respons Ruben atas Video Call yang Beredar
Setelah potongan video call tersebut menjadi buah bibir di media sosial, Ruben kembali memberikan respons melalui platform yang sama. Ia mempertanyakan tujuan di balik pertemuan yang ia anggap telah direncanakan untuk merugikannya. “Ini pertemuan apa sih? Hahaha. Mungkin semua ini sudah direncanakan dalam sebuah pertemuan, untuk terus menjatuhkan,” tulisnya, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Ruben mempertanyakan dugaan adanya upaya untuk menjatuhkannya di tengah konflik yang sedang berlangsung. Namun, pernyataannya tidak menjelaskan secara rinci konteks percakapan dalam video call yang beredar. Respons tersebut perlu dipisahkan dari klarifikasi langsung terkait ucapan yang terdapat dalam video. Di sisi lain, Sarwendah juga mengungkapkan rasa lelahnya terhadap narasi yang membuat dirinya terlihat buruk dan mempertanyakan arah permasalahan yang telah berlarut-larut ini.
Persoalan Hak Asuh Anak yang Memperumit Konflik
Rangkaian unggahan dan pernyataan tersebut kembali menempatkan konflik antara Ruben dan Sarwendah di tengah perhatian masyarakat. Perselisihan ini tidak hanya berfokus pada rekaman CCTV dan video call, tetapi juga menyangkut masalah pengasuhan anak pasca perceraian mereka pada tahun 2024. Ruben telah mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026, yang berhubungan dengan aksesnya untuk bertemu anak-anak serta perbedaan pandangan antara kedua belah pihak mengenai pengasuhan.
- Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak pada 30 Juni 2026.
- Persoalan ini berkaitan dengan akses bertemu anak-anaknya.
- Perbedaan pandangan tentang pengasuhan menjadi salah satu isu utama.
- Konflik ini sudah berlangsung sejak perceraian mereka pada 2024.
- Kedua belah pihak telah membagikan keterangan melalui media sosial mereka.
Sampai berita ini ditulis, tuduhan yang muncul antara Ruben dan Sarwendah belum dapat dianggap terbukti hanya berdasarkan unggahan di media sosial. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus berkembang melalui saling mengunggah rekaman dan klarifikasi. Publik masih menunggu penjelasan yang lebih mendalam dari kedua pihak agar persoalan ini dapat dipahami secara menyeluruh.
➡️ Baca Juga: Memulihkan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo Surabaya untuk Meningkatkan Aksesibilitas
➡️ Baca Juga: BI Pertahankan Bunga 5,75 Persen, Pasar Menunggu Arah Kebijakan Selanjutnya




