Latinusa Rancang Strategi untuk Capai Penjualan USD 160 Juta pada 2026

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki strategi yang jelas dan efektif. PT Pelat Timah Nusantara Tbk, yang lebih dikenal dengan Latinusa, sedang mengembangkan berbagai rencana untuk mencapai target penjualan USD 160 juta pada tahun 2026. Di tengah tantangan yang dihadapi industri, termasuk fluktuasi nilai tukar yang mempengaruhi biaya operasional, Latinusa berkomitmen untuk menjaga kinerja keuangan mereka dengan fokus pada efisiensi dan daya saing.
Strategi Pengelolaan Biaya yang Efektif
Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi, mengungkapkan bahwa perusahaan akan meneruskan pendekatan yang telah berhasil di tahun 2025, dengan penekanan pada pengendalian biaya dan manajemen risiko. “Kami berupaya untuk mengoptimalkan biaya di seluruh rantai pasokan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses produksi, serta pengelolaan beban finansial dan risiko yang berkaitan dengan nilai tukar,” jelas Jetrinaldi dalam sesi Public Expose di Jakarta.
Optimalisasi Rantai Pasokan
Langkah-langkah yang diambil mencakup pengendalian beban bunga, meningkatkan efisiensi operasional, serta menerapkan strategi hedging untuk mengurangi dampak dari fluktuasi nilai tukar. Hal ini sangat penting karena mayoritas bahan baku yang digunakan oleh perusahaan masih bergantung pada impor.
- Penerapan pengendalian biaya dari hulu hingga hilir
- Menekan beban bunga untuk meningkatkan profitabilitas
- Penerapan strategi hedging untuk melindungi dari fluktuasi nilai tukar
- Optimalisasi proses produksi
- Manajemen risiko yang lebih baik
Target Penjualan Ambisius
Dengan strategi tersebut, Latinusa menargetkan untuk mencapai penjualan sekitar USD 160 juta pada tahun 2026, serta laba bersih sebesar USD 3 juta. Manajemen perusahaan optimis bahwa dengan pelaksanaan strategi efisiensi yang tepat, target ini dapat tercapai.
Investasi untuk Keberlanjutan Operasional
Untuk mendukung operasional perusahaan, Latinusa telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 2,1 juta pada tahun 2026. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai USD 2,3 juta. Anggaran ini akan difokuskan untuk menjaga keandalan fasilitas produksi di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri.
Rincian Belanja Modal
Direktur Keuangan NIKL, Irvan Muhson Jauhari, menjelaskan bahwa belanja modal ini terdiri dari USD 1,8 juta untuk pengadaan mesin dan peralatan utama, serta USD 0,3 juta untuk peralatan pendukung. Investasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas produksi tetap memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pentingnya Kualitas Produk
Menurut Jetrinaldi, meningkatkan kualitas produk merupakan kunci untuk meraih sukses di pasar domestik yang masih terbatas. Perusahaan percaya bahwa produk dengan spesifikasi yang lebih tinggi akan lebih menarik bagi konsumen, sehingga menjaga keandalan pabrik menjadi prioritas utama.
Perubahan dalam Struktur Manajemen
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 8 April 2026, pemegang saham memberikan persetujuan untuk memberhentikan Kengo Mogi dari posisinya sebagai komisaris. Perusahaan mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan selama masa jabatannya.
Susunan Manajemen Baru
Setelah perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi NIKL kini terdiri dari:
- Komisaris Utama: Koichiro Anzai
- Komisaris: Tetsu Nagareda
- Komisaris Independen: Riefky Yuswandi
- Direktur Utama: Jetrinaldi
- Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasi: Akihiko Hirata
- Direktur Komersial: Herman Arifin
- Direktur Keuangan: Irvan Muhson Jauhari
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, Latinusa berharap dapat tidak hanya mencapai target penjualan USD 160 juta pada tahun 2026, tetapi juga memperkuat posisinya di pasar yang semakin kompetitif. Dengan fokus pada efisiensi dan kualitas, perusahaan bertekad untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang dapat mendukung pertumbuhannya di masa depan.
➡️ Baca Juga: Bangkok United Lolos ke Semifinal ACL 2 Setelah Tahan Imbang Tampines Rovers 2-2
➡️ Baca Juga: Jungkook Minta Maaf Secara Terbuka Setelah Kontroversi Live yang Menghebohkan




