LIga Champions: Gol Penalti Telat Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan di Kandang Leverkusen

— Paragraf 1 —

LEVERKUSEN, JERMAN — Gol penalti pada menit ke-89 dari Kai Havertz menyelamatkan Arsenal dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3) dini hari WIB.

— Paragraf 2 —

Arsenal yang tampil impresif dengan menyapu bersih delapan kemenangan di fase liga sempat tertinggal lebih dulu setelah jeda babak pertama. Gol tuan rumah lahir dari situasi sepak pojok sederhana ketika Robert Andrich menanduk bola tanpa kawalan sesaat setelah babak kedua dimulai.

— Paragraf 3 —

Namun saat laga tampak akan berakhir dengan kemenangan Leverkusen, Arsenal mendapatkan hadiah penalti di menit-menit akhir. Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak penalti, dan Havertz yang masuk sebagai pemain pengganti maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia menaklukkan mantan klubnya untuk memastikan skor menjadi 1-1.

— Paragraf 4 —

“Saya tahu betapa sulitnya bermain di sini dan kami sudah memperkirakan itu,” ujar Havertz setelah pertandingan. “Kami tidak bermain dalam performa terbaik hari ini, tetapi kami pulang dengan hasil yang cukup baik. Pekan depan kami harus meningkatkan permainan. Dukungan suporter di kandang akan sangat penting.”

— Paragraf 5 —

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui timnya sempat kehilangan kendali permainan setelah turun minum.

— Paragraf 6 —

“Kami sebenarnya menguasai pertandingan dengan baik, tetapi tidak mampu mencetak gol. Setelah itu kami membiarkan pertandingan lepas dari kendali. Itu seharusnya tidak perlu terjadi,” kata Arteta.

— Paragraf 7 —

“Kami memberi mereka harapan dan permainan berubah. Namun dalam 20 hingga 25 menit terakhir kami kembali bermain lebih baik dan saya rasa gol penyeimbang itu pantas kami dapatkan.”

— Paragraf 8 —

Hasil imbang ini membuat Leverkusen harus tampil maksimal pada leg kedua pekan depan jika ingin melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya sejak menjadi runner-up pada 2002, ketika mereka kalah dari Real Madrid.

— Paragraf 9 —

“Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan Arsenal,” kata Andrich. “Kami akan datang ke London dengan keyakinan bisa membawa pulang sesuatu. Kalau tidak, tidak ada gunanya kami melakukan perjalanan ke sana.”

— Paragraf 10 —

Sebagai pemuncak Liga Inggris, Arsenal tampil kurang mengalir sepanjang pertandingan. Keunggulan mereka dalam situasi bola mati juga tidak terlalu efektif meski beberapa kali mendapatkan tendangan bebas berbahaya.

— Paragraf 11 —

Meski begitu, The Gunners hanya membutuhkan kemenangan di kandang pada leg kedua di Emirates Stadium untuk memastikan tiket perempat final untuk musim ketiga secara beruntun.

— Paragraf 12 —

Sementara itu, Leverkusen yang masih berusaha menemukan konsistensi setelah melakukan perombakan skuad pada musim panas, tetap menunjukkan potensi untuk merepotkan Arsenal pada pertemuan berikutnya.

— Paragraf 13 —

Babak pertama berjalan hati-hati dari kedua tim. Leverkusen tampak waspada terhadap daya gedor Arsenal, sementara tim tamu juga bermain lebih konservatif mengingat mereka akan menjadi tuan rumah pada leg kedua.

— Paragraf 14 —

Arsenal sempat memperoleh dua tendangan bebas berbahaya dalam empat menit pertama, tetapi gagal dimanfaatkan menjadi peluang berarti.

➡️ Baca Juga: Pemprov Lampung dan Kemenhub Tingkatkan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 untuk Kenyamanan Penumpang

➡️ Baca Juga: Berita Terkini: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Fakta dan Kronologi

Exit mobile version