Masyarakat Suku Badui Siap Laksanakan Seba kepada Bupati dan Gubernur

Dalam tradisi yang kaya akan makna, masyarakat Suku Badui dari wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, bersiap untuk melaksanakan ritual Seba. Ritual ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah. Pada tahun ini, mereka akan menyampaikan persembahan kepada Bupati dan Gubernur sebagai bagian dari pelestarian budaya mereka yang telah berlangsung turun temurun.
Pelaksanaan Tradisi Seba Badui
Ritual Seba Badui dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 24 hingga 26 April 2026. Jaro Oom, sebagai Kepala Desa Kanekes sekaligus Tetua Adat, mengungkapkan hal ini saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, pada hari Sabtu. Tradisi ini merupakan kewajiban tahunan bagi masyarakat Badui Dalam dan Badui Luar, yang melibatkan kunjungan kepada pihak pemerintahan setempat sebagai bentuk penghormatan dan syukur kepada Tuhan.
Melalui ritual ini, mereka tidak hanya berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan hasil panen, tetapi juga kepada aparat keamanan seperti TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan komunitas mereka di kawasan Gunung Kendeng. Perlindungan ini sangat penting bagi masyarakat Badui yang menjalani kehidupan yang harmonis dengan alam.
Persiapan Menjelang Seba 2026
Menjelang perayaan Seba 2026, masyarakat Badui yang tersebar di 68 desa sedang melakukan pendataan untuk memastikan kehadiran mereka. Jaro Oom menekankan harapan agar pelaksanaan ritual ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah.
Persiapan untuk upacara Seba juga melibatkan pengumpulan berbagai produk pertanian yang akan dipersembahkan. Beberapa komoditas yang akan dibawa antara lain:
- Pisang
- Iris
- Beras
- Gula merah
- Talas dan tepung laksa
Setiap item ini bukan hanya sekadar barang, tetapi melambangkan hasil kerja keras dan ketekunan masyarakat dalam bertani.
Ritual dan Keterlibatan Pemimpin Daerah
Pelaksanaan ritual Seba akan dilakukan bersama dengan Bupati Lebak, Moch Hasbi – Amir Hamzah, dan Gubernur Banten, Andra Soni-Dimyati Natakusumah, setelah mereka menyelesaikan ritual kawalu yang saat ini sedang berlangsung. Jaro Oom menjelaskan bahwa Seba merupakan kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat Badui dan kepala daerah setempat.
Target Kunjungan Wisatawan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, mengungkapkan bahwa mereka menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 46 ribu orang selama perayaan Seba. Tahun ini, acara ini termasuk dalam kategori Seba Leutik, dengan partisipasi masyarakat Badui mencapai sekitar 1.500 orang.
Selain ritual Seba, berbagai kegiatan menarik juga akan digelar, seperti pameran produk UMKM lokal dan bazar ekonomi kreatif, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung.
Inovasi dalam Pelaksanaan Tradisi Seba
Meskipun Seba Badui merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung lama, pihak Disbudpar berupaya untuk menghadirkan inovasi yang menjadikan acara ini semakin menarik. Ini bertujuan agar kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dengan harapan tradisi Seba dapat mendongkrak jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, masyarakat Badui berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya mereka, sambil membuka diri terhadap pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan mereka.
Pentingnya Melestarikan Budaya
Tradisi Seba bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga simbol dari kekuatan komunitas Suku Badui dalam mempertahankan identitas budaya mereka. Melalui persembahan yang dilakukan, mereka menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada alam serta kepada sesama.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas, diharapkan tradisi ini dapat terus hidup dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kebudayaan Indonesia yang kaya.
Melalui pelaksanaan Seba, masyarakat Badui tidak hanya memperkuat hubungan dengan pemerintah, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya mereka kepada dunia luar. Ritual ini merupakan jendela untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan mereka yang harmonis dengan alam dan tradisi yang dijunjung tinggi.
➡️ Baca Juga: Central Cee Mengunjungi Panti Jompo di Singapura untuk Memberikan Dukungan dan Kebahagiaan
➡️ Baca Juga: 3 Berita Populer IDAI: Tips Aman Ajak Anak Mudik dan Cara Ketupat Tetap Awet


