Pemprov Jabar Mulai Proses Kompensasi Angkot, Pelanggaran Berat Berujung Sanksi Tegas!

Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi publik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memulai proses kompensasi untuk para sopir angkutan kota (angkot) dan delman yang beroperasi di jalur mudik. Namun, ada tegasan keras bagi mereka yang masih tetap beroperasi meski telah menerima kompensasi.

Proses Kompensasi Angkot dan Delman

Dhani Gumelar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan pada hari Jumat (13/3) bahwa kompensasi akan dibagi menjadi dua kluster. Kluster pertama mencakup sopir angkot dan delman yang beroperasi di jalur mudik, sedangkan kluster kedua mencakup mereka yang beroperasi di jalur wisata.

Upaya Pengurangan Kemacetan

Program ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di jalur-jalur rawan macet. Oleh karena itu, sopir angkot dan delman diminta untuk berhenti beroperasi dan dalam gantinya, mereka akan menerima kompensasi sebesar Rp 200 ribu per hari.

Wilayah yang Dibatasi

Wilayah operasional yang menjadi fokus adalah jalur mudik seperti Cirebon, Garut, dan Tasikmalaya. Sementara untuk jalur wisata, fokusnya adalah Jalur Bandung-Lembang dan Puncak Bogor.

Pencairan Kompensasi

Kompensasi secara resmi telah mulai ditransfer melalui Bank BJB. Total penerima kompensasi mencapai 5.812 orang.

Alokasi Anggaran Program

Dhani menyebutkan bahwa anggaran untuk program ini mencapai Rp 6,9 miliar. Jalur mudik akan ditutup sebelum lebaran dan jalur wisata setelah lebaran, sesuai dengan prediksi puncak kepadatan kendaraan yang melintas.

Pengawasan Implementasi Program

Dhani menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi implementasi program ini. Pengawasan akan dilakukan bersama dengan petugas Dinas Perhubungan daerah setempat.

Sanksi Tegas untuk Pelanggar

Pihaknya juga tidak akan ragu untuk memberikan tindakan tegas bagi sopir yang tetap beroperasi meski telah menerima kompensasi. Menurut Dhani, pada tahun lalu, para pelanggar telah dicatat dan dapat dikenakan sanksi berupa penahanan.

Manfaat Program

Dhani yakin bahwa program ini sangat membantu dalam mengurangi kemacetan selama arus mudik. Oleh karena itu, program ini diterapkan pada momen puncak arus mudik untuk mendapatkan hasil yang optimal.

➡️ Baca Juga: Situasi Tak Kondusif, Menlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

➡️ Baca Juga: Menopause dan Nyeri Sendi: 5 Penyebab Utamanya yang Perlu Anda Ketahui

Exit mobile version