Jakarta – Di tengah tantangan yang terus berkembang dalam industri energi, Subholding Upstream Pertamina di wilayah Timur Indonesia berkomitmen untuk menggali dan memaksimalkan potensi minyak dan gas yang ada. Dengan target produksi yang ambisius, perusahaan ini berupaya keras untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Strategi Pencapaian Target Produksi
Untuk meraih target produksi yang telah ditetapkan, Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur melaksanakan sejumlah strategi yang terencana. Di antara langkah-langkah tersebut adalah program kerja workover, pengeboran sumur pengembangan serta sumur eksplorasi yang bertujuan untuk menambah cadangan sumber daya. Selain itu, teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti teknik CO2 flood kini tengah dikembangkan di lapangan Sukowati, sebagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Penerapan teknologi digitalisasi juga menjadi bagian penting dari upaya ini. Dengan memanfaatkan sistem digital yang canggih, perusahaan berusaha untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memaksimalkan hasil produksi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan secara lebih agresif dan terukur.
Pernyataan Direktur Regional
Direktur Regional Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, mengungkapkan informasi penting mengenai kemajuan dan strategi dalam mencapai target produksi ini dalam sebuah Town Hall Meeting. Acara yang dihadiri oleh seluruh perwira, baik secara langsung maupun daring, menjadi wadah untuk berbagi informasi dan memperkuat komitmen seluruh tim.
Pentingnya Penerapan HSSE
Selain strategi teknis, penerapan tata nilai yang seragam dan disiplin juga menjadi faktor kunci dalam mencapai target produksi. Salah satu aspek yang diutamakan adalah Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang harus diterapkan secara ketat. Ruby menegaskan, “Penerapan HSSE ini menjadi fokus utama yang dilakukan baik di kantor regional maupun di berbagai zona operasi.”
Pentingnya HSSE tidak hanya terletak pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memastikan keselamatan seluruh tenaga kerja dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya berkomitmen pada target produksi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Komitmen Terhadap Rencana Kerja dan Anggaran
Dalam menjalankan misi untuk mencapai target yang telah ditentukan, Subholding Upstream Pertamina mengedepankan integritas dalam setiap proses bisnis dan pengelolaan pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Ini menjadi bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan untuk memastikan semua operasi berjalan sesuai rencana.
Komitmen ini tidak hanya terlihat dalam pencapaian angka produksi, tetapi juga dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasi. Dengan memastikan transparansi dan integritas, perusahaan berupaya untuk membangun kepercayaan dan dukungan dari semua pihak terkait.
Capaian Produksi 2025
Dalam paparannya, Ruby Mulyawan menjelaskan bahwa di tahun 2025, Regional Indonesia Timur berhasil mencapai produksi minyak dan gas yang signifikan sebesar 208.5 Mboepd, yang setara dengan 100.4% dari target RKAP. Selain itu, lifting migas juga mencatatkan angka yang menggembirakan, yaitu 171.0 Mboepd, mencapai 102.9% dari target yang ditetapkan.
Selama tahun tersebut, perusahaan juga berhasil melakukan enam pengeboran sumur eksplorasi, dua belas pengeboran sumur pengembangan, serta tujuh belas workover sumur. Capaian ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut.
Pengakuan dan Apresiasi
Keberhasilan yang diraih oleh Regional Indonesia Timur tidak hanya diukur dari angka produksi, tetapi juga melalui berbagai penghargaan yang didapat dari pihak eksternal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ruby menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi semua perwira di Regional 4 Indonesia Timur.
Profil Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina
Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur merupakan pengelola hulu migas yang memiliki area operasional yang luas, mencakup wilayah Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua. Dengan mengelola aset baik offshore maupun onshore, perusahaan ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas di setiap zona operasional.
Terdapat juga satu aset downstream yang dimiliki, yaitu Donggi Senoro LNG. Wilayah kerja di bawah Regional Indonesia Timur terbagi menjadi beberapa zona, antara lain:
- Zona 11: Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban, East Java
- Zona 12: Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip
- Zona 13: Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait, Melati
- Zona 14: Papua, Salawati, Salawati Basin, Binaiya
Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan fokus pada inovasi, Subholding Upstream Pertamina di Indonesia Timur terus berupaya untuk menjadi pemimpin dalam industri migas, tidak hanya dalam hal produksi, tetapi juga dalam aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan.
➡️ Baca Juga: Della Madonnina AC Milan dan Hasil Drawing Piala AFF U-17 Terbaru
➡️ Baca Juga: Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026: Strategi dan Implementasi
