Rangkuman Konser Avenged Sevenfold: Dari Masalah Double Pedal hingga Penampilan “Dear God

Jakarta – Band heavy metal asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold, berhasil memuaskan kerinduan para penggemarnya, yang dikenal dengan sebutan Deathbat, melalui konser spektakuler bertajuk Avenged Sevenfold Live in Indonesia. Pertunjukan ini berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada malam Sabtu, 10 Oktober 2026, dan menjadi penampilan kelima mereka di Ibu Kota. Dalam kesempatan ini, M. Shadows dan rekan-rekannya mengundang dua musisi lokal, Isyana Sarasvati dan band nu-metal St. Loco, untuk membuka acara dan membangkitkan semangat penonton sebelum pertunjukan utama dimulai.
Masalah di Awal Pertunjukan: Double Pedal Drum Rusak
Avenged Sevenfold naik ke panggung sekitar pukul 20.55 WIB, langsung menggebrak suasana dengan lagu pembuka, “Nightmare”. Sayangnya, setelah menyelesaikan lagu tersebut, penampilan mereka mengalami jeda yang cukup lama sebelum melanjutkan ke lagu kedua, “Magic”. Jeda ini disebabkan oleh kerusakan pada double pedal drum yang digunakan oleh Brooks Wackerman, drummer band ini. M. Shadows kemudian berinisiatif untuk menjelaskan masalah teknis tersebut kepada para penggemar yang hadir.
Vokalis tersebut mengungkapkan bahwa kerusakan pada pedal drum diakibatkan oleh performa energik Brooks. “Kami sebenarnya masih ingin melanjutkan, tetapi double pedal kick drum Brooks baru saja rusak,” ujarnya. M. Shadows pun melontarkan humor kepada Brooks, yang dikenal dengan permainan drum yang sangat kuat. “Brooks, bagaimana caranya kamu bisa bermain sekeras itu? Aku tahu kamu memang monster!” candanya, yang membuat suasana kembali ceria.
Rencana Tur Avenged Sevenfold di Indonesia
Di tengah penampilan, M. Shadows menyampaikan harapan Avenged Sevenfold untuk kembali menggelar konser di Indonesia dengan konsep tur yang menjangkau lebih banyak kota, tidak hanya Jakarta. Keinginan ini muncul setelah mereka berdiskusi tentang kemungkinan untuk menjelajahi lebih banyak wilayah di Tanah Air pada kunjungan mendatang. “Kami sempat berbicara tentang hal ini dan berpikir, lain kali kami harus mengunjungi beberapa kota di Indonesia, bukan hanya Jakarta! Kami ingin tampil di lebih banyak tempat di negara ini. Jadi, menurut kalian, kami harus ke mana lagi?” ungkapnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para penggemar yang berharap Avenged Sevenfold dapat kembali menyapa mereka melalui rangkaian konser di berbagai kota di Indonesia.
Deretan Lagu Klasik dari Berbagai Album
Berbeda dengan penampilan mereka di Stadion Madya GBK pada 2024, Avenged Sevenfold kali ini menyajikan serangkaian lagu dari berbagai fase karier musik mereka. Beberapa lagu lawas yang mereka bawakan termasuk “Unholy Confessions” dari album Waking the Fallen (2003), “M.I.A.” dan “Bat Country” dari City of Evil (2005), serta “Afterlife” dan “Gunslinger” dari album Avenged Sevenfold (2007). Selain itu, mereka juga menyuguhkan lagu-lagu dari album Nightmare (2010), Hail to the King (2013), hingga Life Is But a Dream… (2023).
Rangkaian lagu ini memberikan kesempatan bagi para Deathbat untuk kembali merasakan nuansa dari berbagai era perjalanan musik Avenged Sevenfold, mulai dari era awal yang kental dengan karakter metalcore hingga eksplorasi musikal mereka dalam karya-karya terbaru.
Momen Emosional: “So Far Away”
Salah satu momen paling emosional dalam konser malam itu terjadi ketika Avenged Sevenfold membawakan lagu “So Far Away”. Lagu ini merupakan penghormatan kepada Jimmy Sullivan, atau lebih dikenal sebagai The Rev, drummer sekaligus salah satu pendiri band yang meninggal dunia pada 2009. Dengan makna yang begitu mendalam, lagu tersebut disambut dengan nyanyian massal dari para penggemar. Momen ini sekaligus mengingatkan kembali pada sosok The Rev, yang berperan penting dalam perjalanan Avenged Sevenfold, baik melalui permainan drumnya maupun kontribusinya dalam penulisan lagu.
Penampilan “So Far Away” menjadi salah satu bagian paling menyentuh dari rangkaian konser mereka di Jakarta.
Penampilan Spesial: “Dear God” untuk Penggemar Indonesia
Avenged Sevenfold juga tidak melewatkan kesempatan untuk membawakan lagu “Dear God”, yang memiliki tempat khusus di hati penggemar Indonesia. Bagi banyak pendengar di Tanah Air, lagu ini sarat dengan kenangan masa remaja di era 2010-an, saat lagu-lagu Avenged Sevenfold sering diputar di berbagai tempat, mulai dari warnet hingga tongkrongan anak muda. Lagu ini juga istimewa karena jarang dimasukkan dalam daftar lagu konser mereka. Sebelum dibawakan kembali di Stadion Madya GBK pada 2024, “Dear God” terakhir kali dimainkan oleh Avenged Sevenfold pada 2008.
Penampilan di JIS kali ini memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk menyanyikan lagu tersebut bersama-sama, menciptakan suasana yang penuh nostalgia.
Puncak Pertunjukan: Menutup Konser dengan “Cosmic”
Sebagai penutup konser yang spektakuler, Avenged Sevenfold mengakhiri pertunjukan mereka dengan lagu “Cosmic”. Penampilan ini menghadirkan suasana yang lebih syahdu dan sekaligus menandai berakhirnya rangkaian konser mereka di Jakarta pada malam itu. Penonton tidak hanya dihibur dengan penampilan musik yang berkualitas tetapi juga dengan interaksi yang hangat antara band dan penggemar.
Dengan segala momen berkesan dan penampilan yang mendebarkan, konser Avenged Sevenfold kali ini benar-benar menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para Deathbat di Tanah Air. Harapan untuk melihat mereka kembali dalam tur yang lebih mendesak kini menjadi semakin nyata berkat respon positif dari penggemar yang terus mendukung perjalanan musik mereka.
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Harian Anda dengan Teknik Fokus Mendalam Tanpa Stres Berlebih
➡️ Baca Juga: Panduan Terkini Pendaftaran SPMB 2026/2027 untuk Calon Siswa: Optimalkan Peluang Anda dengan SEO




