— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Ekonomi nasional diklaim akan terus tumbuh meskipun ada penutupan Selat Hormuz, akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.
— Paragraf 2 —
Itu disampaikan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu, dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu.
— Paragraf 3 —
Ia mengaku optimis ekonomi nasional terus tumbuh meskipun terdapat gangguan rantai pasok komoditas, akibat penutupan Selat Hormuz.
— Paragraf 4 —
Untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi nasional tersebut, kata dia, pihaknya akan menerapkan strategi belanja pemerintah yang merata di seluruh kuartal.
— Paragraf 5 —
“Kami ingin pertumbuhan ekonominya juga lebih merata di sepanjang tahun, di mana belanja negaranya juga kami buat lebih merata,” ujarnya, dikutip Kamis (12/3/2026).
— Paragraf 6 —
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Kemenkeu tengah berupaya mempercepat realisasi belanja pemerintah, agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga untuk mencapai target peningkatan 5,4 persen secara tahunan (yoy) hingga akhir 2026.
— Paragraf 7 —
Ia mengatakan realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari target, melonjak 41,9 persen yoy per 28 Februari lalu.
— Paragraf 8 —
“Sisi penerimaannya juga sangat memungkinkan kami untuk melakukan (percepatan belanja) itu, (karena) pertumbuhannya untuk pajak di atas 30 persen,” kata dia.
— Paragraf 9 —
Adapun Kemenkeu mencatat, penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen yoy menjadi Rp245,1 triliun, atau 10,4 persen dari target, hingga akhir Februari 2026.
— Paragraf 10 —
Melalui percepatan belanja tersebut, Kemenkeu berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 cukup kuat, melanjutkan momentum pertumbuhan dari kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen yoy.
— Paragraf 11 —
“Dengan (pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar) 5,39 persen (yoy), nanti kami harapkan (pertumbuhan) ini bisa berada di 5,5 persen atau lebih di kuartal I 2026, momentum pertumbuhan ekonomi itu juga kita harapkan terus berlanjut,” ujar dia.
— Paragraf 12 —
Selain mengakselerasi belanja, pemerintah juga memberikan berbagai stimulus ekonomi untuk mendorong pergerakan roda ekonomi dari berbagai sektor di dalam negeri, terutama saat periode libur Idulfitri.
— Paragraf 13 —
Febrio mengatakan pemerintah telah mengumumkan adanya diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, diskon tarif dasar tiket angkutan laut sebesar 30 persen, penghapusan 100 persen tarif jasa pelabuhan untuk angkutan penyeberangan, hingga diskon tiket pesawat.
— Paragraf 14 —
Selain itu, terdapat pula bantuan pangan berupa beras bagi kelompok masyarakat desil I hingga IV yang berjumlah 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mencapai Rp24,7 triliun hingga 10 Maret 2026.
➡️ Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Iran Ungkap Syarat Mengakhiri Perang
➡️ Baca Juga: Update Tabel KUR BRI 2026: Hitung Angsuran Pinjaman Rp60 Juta dengan Mudah
