Jakarta – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan tren positif di pasar pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Setelah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut, saham GOTO kembali rebound. Pemicunya adalah keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menghapus batas bawah harga minimum saham dari 50 rupiah menjadi 1 rupiah. Pada perdagangan hari tersebut, saham GOTO melonjak sebesar 10,34 persen, mencapai 32 rupiah per saham, dengan total nilai transaksi mencapai 356 miliar rupiah dan volume perdagangan mencapai 11,63 miliar saham. Sebelumnya, pada Senin, 5 Oktober, saham GOTO berada di level 30 rupiah per saham. Pada Jumat sebelumnya, saham ini juga meningkat sebesar 7,14 persen, menembus level 30 rupiah, dengan nilai transaksi harian yang mencapai 2,7 triliun rupiah.
Analisis Kinerja Saham GOTO
Dalam periode satu minggu sejak 28 September hingga 2 Oktober, saham GOTO menjadi yang teraktif di pasar dengan total volume perdagangan mencapai 110,96 miliar saham, atau setara dengan 43,54 persen dari total volume perdagangan bursa. Nilai transaksi GOTO dalam sepekan juga cukup signifikan, mencapai 3,06 triliun rupiah, berkontribusi 4,79 persen terhadap total transaksi bursa, dan menjadi yang terbesar ketiga setelah Bank Central Asia (BBCA) dan Telkom (TLKM).
Rebound yang terjadi pada saham GoTo ini merupakan hasil dari penghapusan batas harga minimum yang sebelumnya menghambat pergerakan saham. Sejak mengalami penurunan selama empat hari, menjelang akhir pekan lalu, tidak ada lagi antrean jual yang tertumpuk pada tingkat harga terendah, sehingga saham GOTO dapat bergerak lebih bebas.
Pernyataan Manajemen GoTo
R.A. Koesoemohadiani, Direktur dan Sekretaris Perusahaan GoTo, menjelaskan bahwa penurunan harga saham yang terjadi sejak 28 September 2026 disebabkan oleh kebijakan baru BEI yang menurunkan batas bawah harga saham di pasar reguler. Penyesuaian ini memberikan peluang bagi para pemegang saham yang sebelumnya menunggu untuk menjual saham mereka. Meskipun terjadi fluktuasi harga, Koesoemohadiani menegaskan bahwa harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis GoTo yang terus menunjukkan penguatan.
“Dinamika harga saham lebih dipengaruhi oleh aspek teknis. Kinerja bisnis kami tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada kuartal II 2026, kami mencatat laba bersih sebesar 252 miliar rupiah, dan laba ini telah tercatat selama dua kuartal berturut-turut,” ujarnya. Pendapatan bersih GoTo juga menunjukkan angka yang menjanjikan, sebesar 5,7 triliun rupiah, dengan EBITDA yang disesuaikan melebihi 1 triliun rupiah. Perseroan optimis dapat mencapai panduan EBITDA tahunan sebesar 3,2-3,4 triliun rupiah.
Aksi Korporasi untuk Meningkatkan Nilai Saham
Koesoemohadiani turut menjelaskan mengenai dua strategi korporasi yang dirancang oleh GoTo untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham. Pertama adalah rencana buyback saham yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026, dengan nilai maksimum yang ditetapkan sebesar 3,5 triliun rupiah. “Pelaksanaan buyback ini akan bergantung pada keputusan manajemen, mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar baik nasional maupun global,” tambahnya.
Kedua, perusahaan berencana untuk melakukan pengurangan modal dengan menarik kembali sebagian saham treasuri yang dihasilkan dari buyback yang dilakukan antara 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025. Jumlah saham yang akan ditarik mencapai 32.186.417.802 saham Seri A dan akan mendapatkan persetujuan dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026.
Prospek Masa Depan Saham GOTO
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, investor mulai mempertimbangkan kembali posisi mereka terhadap saham GOTO. Setelah mengalami penurunan, saat ini terdapat potensi untuk rebound lebih lanjut. Hal ini mengindikasikan bahwa saham GOTO dapat menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari potensi pertumbuhan jangka panjang.
- Penghapusan batas bawah harga saham memberikan peluang baru untuk investasi.
- Peningkatan laba bersih menunjukkan kinerja bisnis yang solid.
- Strategi buyback saham bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
- Pengurangan modal dapat memberikan ruang bagi pertumbuhan lebih lanjut.
- Volume perdagangan yang tinggi mencerminkan minat investor yang meningkat.
Investor yang cerdas akan selalu melihat peluang dan tantangan di pasar. Meskipun saham GOTO mengalami fluktuasi, fundamental yang kuat dan langkah-langkah strategis perusahaan menunjukkan bahwa ini bisa menjadi saat yang tepat untuk berinvestasi. Dengan kinerja yang terus membaik, GoTo berpotensi menjadi salah satu pemain utama di industri teknologi dan e-commerce di Indonesia.
Kondisi Pasar dan Faktor Eksternal
Dalam konteks pasar yang lebih luas, kondisi ekonomi global dan domestik juga memainkan peranan penting dalam pergerakan saham GOTO. Fluktuasi di pasar modal internasional, perubahan kebijakan ekonomi, serta sentimen pasar akan mempengaruhi keputusan investasi. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan berbagai faktor eksternal ini saat menilai saham GOTO.
Menurut analisis, beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi saham GOTO antara lain:
- Perkembangan kebijakan moneter dan fiskal di Indonesia.
- Sentimen pasar global yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara besar.
- Tren industri teknologi dan e-commerce yang terus berkembang.
- Kondisi persaingan di pasar digital lokal.
- Inovasi dan strategi bisnis GoTo dalam menghadapi tantangan pasar.
Dengan demikian, meskipun ada risiko, peluang yang ada juga cukup besar. Investor yang dapat memanfaatkan informasi dan analisis yang tepat akan memiliki keunggulan dalam membuat keputusan investasi yang informasional.
Kesimpulan
Saham GOTO saat ini menunjukkan potensi yang menjanjikan bagi investor. Dengan fundamental yang kuat, langkah-langkah strategis yang diambil perusahaan, dan kondisi pasar yang mendukung, ini mungkin adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan investasi di saham GOTO. Meskipun ada risiko yang melekat, dengan pendekatan yang tepat dan analisis yang mendalam, investor dapat menemukan nilai dalam saham ini.
➡️ Baca Juga: Banjir Nepal di Kawasan Wisata Himalaya Mengakibatkan 900 Warga Asing Hilang
➡️ Baca Juga: El Nino Mengancam Produksi Pangan, Perkuat Pengelolaan Air dan Perlindungan Petani
