Sidak Pool Green SM oleh Dirjen Hubdat untuk Memastikan Sistem Keselamatan Berfungsi Optimal

Inspeksi mendadak oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan baru-baru ini dilaksanakan di pool taksi Xanh SM di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada malam hari, tepatnya pada tanggal 28 April, ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan keselamatan armada kendaraan yang beroperasi.
Tujuan Inspeksi Mendadak
Dalam penyelenggaraan transportasi umum, terdapat sejumlah elemen yang harus dimatuhi sesuai dengan pedoman SMK PAU. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa inspeksi ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap aspek keselamatan, mulai dari pemeriksaan sebelum perjalanan (pre-trip inspection) hingga kesehatan dan kompetensi pengemudi, diterapkan secara optimal.
Fokus Inspeksi di Pool Green SM
Kegiatan inspeksi ini difokuskan di pool Green SM Bekasi, yang merupakan lokasi operasional kendaraan yang diduga terlibat dalam insiden kecelakaan. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta berbagai elemen keselamatan lainnya yang sangat diperlukan untuk memastikan sistem keselamatan berfungsi optimal.
Temuan Awal dan Langkah Selanjutnya
Dalam hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Aan Suhanan menegaskan bahwa pendalaman akan dilakukan di pool pusat Green SM yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta, pada hari berikutnya. Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki dugaan keterlibatan kendaraan dalam kecelakaan yang melibatkan KRL Cikarang dan kereta api Argo Bromo Anggrek.
Peran Pengawasan dalam Sistem Keselamatan
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, yang memimpin inspeksi, menyatakan bahwa sidak ini merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap pelaksanaan SMK PAU. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018, yang mengatur tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum. Melalui inspeksi ini, mereka berupaya memastikan bahwa semua protokol keselamatan diikuti secara ketat.
Audit dan Inspeksi sebagai Tindakan Lanjutan
Dalam situasi terjadi insiden, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memiliki kewenangan untuk melakukan audit dan inspeksi. Yusuf Nugroho menekankan bahwa tindakan ini sesuai dengan pasal 16 dalam Peraturan Menteri tersebut, yang memberikan hak kepada Ditjen Hubdat untuk melakukan pemantauan di kondisi tertentu, seperti kecelakaan lalu lintas yang signifikan atau berulang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem keselamatan berfungsi optimal dan tidak ada celah yang bisa membahayakan penumpang.
Rekomendasi Pasca Inspeksi
Hasil dari audit dan inspeksi ini akan menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi, yang dapat mencakup perbaikan sistem keselamatan yang ada, ataupun pemberian sanksi administratif. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi yang dapat dikenakan bervariasi, mulai dari surat peringatan hingga pembekuan atau bahkan pencabutan izin operasional, tergantung pada tingkat pelanggaran yang terjadi.
Pentingnya Sistem Keselamatan yang Handal
Sistem keselamatan yang efektif dan terintegrasi sangat krusial demi memastikan keselamatan penumpang dalam setiap perjalanan. Dengan adanya pengawasan yang ketat serta penerapan standar keselamatan yang tinggi, diharapkan kejadian kecelakaan dapat diminimalisir. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan angkutan umum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam dunia transportasi.
Implementasi dan Pemantauan Berkelanjutan
Selain inspeksi mendadak, pemantauan berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan bahwa sistem keselamatan berfungsi optimal. Pihak berwenang harus terus melakukan evaluasi dan pembaruan terhadap kebijakan yang ada, agar selalu relevan dengan perkembangan dan tantangan di lapangan. Dengan pendekatan yang sistematis, diharapkan semua armada transportasi publik dapat beroperasi dengan aman dan efektif.
Kesimpulan
Melalui langkah-langkah pengawasan yang ketat dan penerapan sistem manajemen keselamatan yang baik, diharapkan seluruh elemen dalam sektor transportasi dapat berfungsi secara optimal. Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di pool Green SM adalah salah satu contoh nyata dari upaya tersebut. Dengan komitmen bersama untuk memastikan keselamatan, kita bisa menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman bagi semua pengguna jasa.
➡️ Baca Juga: Pemprov Nusa Tenggara Timur Salurkan THR ASN Sebesar Rp96,4 Miliar Menjelang Lebaran 2026
➡️ Baca Juga: Memulihkan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo Surabaya untuk Meningkatkan Aksesibilitas




