Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot depo 10k slot depo 10k
BeritaIndrajayaKepala DaerahKorupsiOTT KPKPekalonganPKBPrabowo SubiantoProgram RetretRejang Lebong

PKB Soroti Efektivitas Program Retret Kepala Daerah: Mendesak Evaluasi Setelah Serangkaian Operasi Tangkap Tangan KPK

Indrajaya, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program retret kepala daerah, sebuah inisiatif yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto. Seruan ini muncul di tengah-tengah serangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah.

Pemerintah diminta untuk melakukan peninjauan kritis terhadap program retret kepala daerah yang sedang berlangsung. Indrajaya mempertanyakan sejauh mana efektivitas program ini dalam membina integritas para pejabat publik, meskipun tujuan utamanya adalah untuk menjadi platform konsolidasi nasional.

Menurut Indrajaya, program retret kepala daerah memang memiliki tujuan mulia sebagai forum konsolidasi nasional, tetapi seringnya terjadi OTT menunjukkan bahwa perlu ada penilaian ulang terhadap materi retret. Apakah materi tersebut benar-benar berhasil dalam membentuk integritas pejabat publik atau hanya menjadi agenda simbolis?

Indrajaya menegaskan bahwa banyaknya kasus OTT yang terjadi belakangan ini menunjukkan adanya kegagalan dalam proses pembinaan kepemimpinan di tingkat daerah. Menurutnya, pembinaan integritas pejabat publik belum mampu menjangkau aspek moral yang paling fundamental.

Indrajaya merasa bahwa pendekatan kedisiplinan, latihan fisik, atau metode semi-militer bisa menjadi bagian dari proses pembinaan. Namun, tantangan utama kepemimpinan di era digital ini justru terletak pada etika penggunaan kekuasaan.

Di sisi lain, Indrajaya juga menyoroti masalah pada proses kaderisasi politik sebelum seseorang diangkat menjadi kepala daerah. Dia merujuk pada pengakuan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang mengaku tidak memahami aturan karena berlatar belakang artis, setelah terkena OTT KPK.

Menurut Indrajaya, pengakuan tersebut adalah bukti kegagalan dalam proses kaderisasi politik. Partai politik seharusnya menjadi tempat belajar bagi calon kepala daerah untuk memahami tata kelola pemerintahan, etika jabatan, dan hukum administrasi negara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan dua operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah pada awal Maret 2026. Pertama, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ditangkap bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang pada dini hari Selasa (3/3/2026).

OTT tersebut terkait dengan dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Fadia diduga mendirikan perusahaan keluarga bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) dan kemudian mengikutsertakannya dalam proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan, serta mempengaruhi bawahannya agar perusahaan tersebut memenangkan proyek. KPK menduga bahwa keuntungan proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut kemudian mengalir kembali ke keluarga Fadia.

Hanya sepekan setelahnya, KPK kembali melakukan OTT, kali ini terhadap Bupat.

➡️ Baca Juga: NTB Siapkan Perda Kuat untuk Atasi Pinjol dan Praktik Penipuan Lainnya

➡️ Baca Juga: Calvin Verdonk Tunjukkan Performa Gemilang dan Terus Berkembang di Lille

Related Articles

Back to top button