slot depo 10k slot depo 10k
anak harimauBandung ZooBerita UtamaKemenhutOno Surono

Ono Surono Sidak Bandung Zoo Terkait Kematian Buntut Anak Harimau dan Kemenhut

Baru-baru ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, angkat bicara mengenai situasi yang tengah melanda Kebun Binatang Bandung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bandung Zoo. Ia memberikan perhatian khusus terhadap manajemen Kebun Binatang yang dinilai kurang efektif setelah diambil alih oleh Kementerian Kehutanan. Hal ini menjadi sorotan penting mengingat insiden kematian dua anak harimau Benggala di kebun binatang tersebut.

Kunjungan ke Bandung Zoo

Pada hari Jumat, 27 Maret 2026, Ono Surono melakukan kunjungan ke Bandung Zoo yang terletak di Jalan Tamansari. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meneliti dan mengevaluasi berbagai masalah yang terjadi di lapangan, terutama menyikapi insiden tragis yang menimpa dua anak harimau yang baru saja mati.

Pindah Sementara Satwa

Ono menjelaskan bahwa sejalan dengan visi dan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, ia telah lama mengusulkan agar satwa-satwa di Bandung Zoo dipindahkan ke tempat lain untuk sementara waktu. “Dengan penutupan Bandung Zoo, langkah pertama yang harus diambil adalah menyelamatkan hewan-hewan tersebut dengan memindahkannya ke kebun binatang lain, seperti Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya,” terangnya.

Prioritas Penyelamatan Satwa

Penyelamatan satwa harus menjadi prioritas utama. Ono menegaskan bahwa usulan pemindahan tersebut telah disampaikan sejak lama, termasuk kepada pihak Pemkot setempat. Namun, tampaknya belum ada tindak lanjut yang signifikan, dan kejadian kematian satwa ini menjadi bukti kurangnya perhatian terhadap isu ini.

Peran Kementerian Kehutanan

Saat melakukan kunjungan, Ono juga menyoroti keterlibatan dan koordinasi dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang kini mengelola Bandung Zoo. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, Kemenhut mengambil alih pengelolaan kebun binatang, tetapi implementasi dari tata kelola yang baru tampak tidak berjalan dengan baik.

Kendala dalam Koordinasi

Berdasarkan informasi dari karyawan, pengambilalihan ini tidak diikuti dengan komunikasi yang memadai. “Sejak diambil alih oleh Kementerian Kehutanan, tidak ada satu pun rapat yang dilakukan antara kementerian dan karyawan, keeper, maupun kurator. Tidak ada prosedur operasional standar (SOP) yang disampaikan oleh kementerian, sehingga menimbulkan kebingungan di lapangan, termasuk terkait kebutuhan pakan satwa,” ungkapnya.

Kebutuhan Pakan Satwa

Ono menambahkan bahwa pengakuan dari karyawan menunjukkan bahwa kebutuhan pakan satwa tidak hanya sebatas pakan utama. Satwa-satwa ini juga memerlukan pakan tambahan yang lebih khusus.

Permasalahan Pakan Tambahan

“Pakan tambahan atau extra fooding yang merupakan jenis pakan khusus tidak disediakan oleh kementerian. Mereka juga kebingungan untuk meminta pakan tambahan tersebut ke siapa. Selain itu, terkait perawatan seperti pohon tumbang, kebutuhan solar, dan bensin untuk kebersihan, mereka juga mengalami kesulitan karena tidak ada fasilitas yang diberikan oleh kementerian,” tambahnya.

Menyoroti Kualitas Manajemen

Ono Surono menegaskan bahwa kualitas manajemen kebun binatang sangat penting, terutama dalam menjaga kesejahteraan satwa. Ketidakhadiran komunikasi yang efektif antara pihak Kemenhut dan karyawan di lapangan dapat berujung pada dampak negatif bagi hewan-hewan yang seharusnya dilindungi.

Rekomendasi untuk Perbaikan

Dalam konteks ini, Ono merekomendasikan beberapa langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan manajemen Bandung Zoo:

  • Melakukan rapat rutin antara kementerian dan karyawan untuk menjelaskan kebijakan baru.
  • Menyusun SOP yang jelas untuk setiap aspek pengelolaan kebun binatang.
  • Menjamin pasokan pakan yang memadai, termasuk pakan tambahan yang diperlukan oleh satwa.
  • Memberikan fasilitas yang memadai untuk perawatan dan kebersihan lingkungan satwa.
  • Menjalin kerja sama dengan kebun binatang lain untuk penanganan darurat.

Kesimpulan

Keberadaan Bandung Zoo sebagai salah satu kebun binatang yang penting di Jawa Barat harus dipertahankan dan dikelola dengan baik. Kematian dua anak harimau Benggala menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kesejahteraan satwa. Melalui langkah-langkah perbaikan yang tepat, diharapkan Bandung Zoo dapat kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua penghuninya.

➡️ Baca Juga: Donald Trump Mengancam Tarik AS dari NATO, Sebut Sekutu Eropa “Macan Kertas

➡️ Baca Juga: Informasi Terkini Jadwal Buka Puasa di Surabaya, Malang, dan Madiun untuk Hari Ini

Related Articles

Back to top button