Telkom Latih 260 Perempuan untuk Menjadi Kreator Digital yang Unggul dan Berdaya Saing
Di era digital saat ini, perempuan memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia kreatif dan teknologi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perempuan, terutama mereka yang terlibat dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk mengatasi hal ini, PT Telkom Indonesia (Persero) mengambil langkah proaktif dengan mengadakan pelatihan yang dirancang khusus untuk memberdayakan perempuan sebagai kreator digital. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang jatuh pada 21 April 2026, dan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas perempuan di bidang digital.
Pelatihan Kartini in Technology
Pada bulan April 2026, Telkom menyelenggarakan program pelatihan bertajuk Kartini in Technology. Kegiatan ini diikuti oleh 260 perempuan pelaku UMKM dari berbagai daerah, dilaksanakan secara hybrid untuk memudahkan akses peserta. Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang teknologi terbaru, tetapi juga membekali perempuan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di era digital.
Tujuan Program Pelatihan
Program ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) demi pengembangan bisnis. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan para peserta dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam strategi pemasaran mereka.
Keterampilan yang Diajarkan
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, antara lain:
- Pembuatan konten pemasaran yang menarik dan efektif
- Penguatan strategi komunikasi digital
- Pembelajaran mengenai copywriting yang kuat
- Pembuatan visual produk yang menarik
- Produksi video promosi menggunakan teknologi AI
Setiap keterampilan ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun branding dan memperluas jangkauan pasar.
Komitmen Telkom dalam Pemberdayaan Perempuan
Hery Susanto, SGM Social Responsibility Telkom Indonesia, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif. Menurutnya, penting bagi perempuan pelaku UMKM untuk memiliki akses dan peluang yang sama dalam memanfaatkan teknologi, agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator yang mampu memberikan nilai tambah.
Memanfaatkan Momentum Hari Kartini
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian. Hery mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan semangat “Bersama Jadi Bisa”, perempuan Indonesia dapat menguasai teknologi AI dan meningkatkan daya saing bisnis mereka. Ini adalah langkah penting menuju pemberdayaan yang lebih besar bagi perempuan di seluruh negeri.
Pendekatan Berkelanjutan untuk Ekosistem Digital
Program pelatihan yang diadakan oleh Telkom bukan sekadar acara sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Dengan mendorong perempuan pelaku UMKM untuk mengadopsi teknologi, Telkom berkontribusi dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas serta mempercepat transformasi digital yang merata.
Data dan Fakta tentang Peran Perempuan dalam Ekonomi
Inisiatif Telkom ini berlandaskan pada fakta bahwa perempuan memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia. UMKM yang dijalankan oleh perempuan berkontribusi sekitar 60,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap hampir 97% tenaga kerja di sektor tersebut. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) pada tahun 2025, sekitar 64,5% atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
Tantangan Digitalisasi untuk Perempuan
Namun, meskipun kontribusi perempuan dalam UMKM sangat signifikan, percepatan digitalisasi menuntut mereka untuk meningkatkan kapabilitas, terutama dalam memanfaatkan teknologi baru seperti AI. Hal ini penting agar bisnis yang mereka jalankan tetap relevan dan kompetitif di pasar yang semakin ketat.
Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Inisiatif yang dilakukan oleh Telkom juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 mengenai kesetaraan gender dan tujuan ke-8 yang berfokus pada pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Melalui program ini, Telkom berkomitmen untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan, terutama bagi perempuan di Indonesia.
Pemberdayaan sebagai Fondasi Ekonomi yang Tangguh
Telkom percaya bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi akan menjadi fondasi penting untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan inklusif. Dengan memberikan pelatihan dan akses terhadap teknologi, Telkom mendukung perempuan untuk menjadi kreator digital yang unggul dan berdaya saing. Ini adalah langkah maju yang tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Data Jamaah Haji DKI Jakarta 2026: Statistik Lansia dan Jenis Kelamin Berdasarkan Kota
➡️ Baca Juga: Sheila Dara Tampilkan Senyum Ceria Saat Piknik Bersama Keluarga Dion Wiyoko