Café & Brasserie Expo 2026 di JIEXPO: Mengintegrasikan Tren Kuliner, Bisnis, dan Gaya Hidup

Jakarta – Pertumbuhan yang pesat dalam industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia mencerminkan dinamika yang semakin kompleks. Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih memilih pengalaman unik dalam bersantap (experiential dining), inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi dan gaya hidup baru menuntut para pelaku industri untuk cepat beradaptasi dengan perubahan ini. Dalam konteks tersebut, pameran Café & Brasserie Expo 2026 (CBE 2026) hadir sebagai solusi yang menawarkan platform untuk menanggapi tantangan dan peluang yang ada.
Café & Brasserie Expo 2026: Menghadirkan Inovasi dan Kolaborasi
Pameran CBE 2026 akan berlangsung pada 7 hingga 10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, dengan mengusung tema “Taste Circle” dan tagline “FnB & Lifestyle in One Roof.” Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran dagang, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan berbagai sektor dalam industri kuliner, menciptakan sinergi antara inovasi dan bisnis.
Momen ini akan mempertemukan para pelaku industri kuliner, sektor hospitality, pengusaha, dan komunitas lifestyle dalam satu ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyedia bahan baku hingga pengalaman konsumsi yang unik. CBE 2026 diharapkan mampu menjadi jembatan bagi berbagai pihak untuk saling berbagi ide dan menciptakan inovasi baru.
Pameran dengan Beragam Partisipasi
Lebih dari 120 merek akan berpartisipasi dalam pameran ini, mewakili empat pilar utama dalam industri kuliner modern, yaitu kopi, teh, cokelat, serta wine & spirits. Selain itu, kategori Health & Lifestyle serta Support & Tech akan diperkenalkan untuk menjawab tuntutan industri yang semakin kompleks dan terintegrasi dengan inovasi teknologi.
Project Manager CBE 2026, Luhur Tri Atmojo, mengungkapkan bahwa acara ini dirancang untuk menciptakan ruang interaksi yang mendorong lahirnya ide-ide baru serta kolaborasi strategis di antara pelaku industri. “CBE 2026 adalah ‘networking bowl’ tempat berbagai sektor bertemu dan menciptakan peluang baru. Di sini, kopi dapat berkolaborasi dengan teknologi, artisan tea dapat bertemu dengan desain interior, dan inovasi F&B dapat berkembang melalui ekosistem yang saling terhubung,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Tren Kolaborasi di Industri F&B
Tren kolaborasi di industri F&B menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa kolaborasi merek di sektor ini meningkat hingga 114 persen dalam dua tahun terakhir. Saat ini, sekitar 42 persen konsumen lebih tertarik pada pengalaman makan yang tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga pada interaksi, suasana, dan storytelling yang ditawarkan oleh merek.
Penyelenggaraan CBE 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perindustrian, serta dukungan dari Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI). Sinergi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mendukung pertumbuhan sektor F&B yang berkelanjutan.
Momen Penting bagi Asosiasi Industri
Sejumlah asosiasi industri juga turut berpartisipasi dalam pameran ini. Ketua Umum Asosiasi Teh Spesial Indonesia, Ronald Gunawan, mengungkapkan bahwa CBE 2026 adalah momentum yang tepat untuk memperkenalkan kualitas teh artisan Indonesia yang berpotensi besar di pasar global.
“Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan pengalaman rasa, cerita, dan kualitas teh Indonesia yang dapat meningkatkan positioning café dan brasserie sebagai destinasi premium,” imbuhnya.
Peran Edukasi dalam Sektor Wine & Spirits
Dalam sektor wine & spirits, Presiden Indonesian Sommelier Association, Togu Sahat Nainggolan, menekankan bahwa CBE 2026 berfungsi sebagai jembatan edukasi bagi para pelaku industri untuk memahami standar konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelas. Hal ini penting untuk mendorong kesadaran akan konsumsi yang bijak dan berkualitas.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia, Olivia Putri Prawiro, menyoroti pentingnya memperkenalkan konsep bean-to-bar agar dapat meningkatkan nilai tambah cokelat lokal di pasar café dan brasserie. “Ini adalah kesempatan untuk mengangkat cokelat asli Indonesia sebagai produk premium yang mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.
Kolaborasi yang Menciptakan Ekosistem Terintegrasi
Salah satu keunggulan dari CBE 2026 adalah penyelenggaraan bersamaan dengan FLEI Business Show 2026 dan MoreFood Expo Indonesia 2026. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem terpadu yang memungkinkan pengunjung untuk mengeksplorasi tiga pameran sekaligus dalam satu kunjungan. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mencari supplier, menjajaki peluang franchise, serta menemukan inovasi terbaru dalam rantai pasok makanan.
Dengan berbagai program menarik yang ditawarkan, CBE 2026 berpotensi menjadi titik temu bagi para pelaku industri untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta menemukan peluang baru dalam menghadapi tantangan di era digital ini.
Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang
Di tengah tantangan yang ada, acara ini juga memberikan peluang bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi tren terbaru dalam dunia kuliner. Di sini, mereka dapat menemukan cara untuk memperkuat posisi merek mereka di pasar yang semakin kompetitif.
- Pameran dengan lebih dari 120 brand terkemuka
- Kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan inovasi baru
- Fokus pada pengalaman dan storytelling dalam bersantap
- Penyediaan edukasi bagi pelaku industri
- Kesempatan untuk menjelajahi tiga pameran dalam satu kunjungan
Dalam konteks yang lebih luas, CBE 2026 bukan hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga sebagai platform yang membangun koneksi antara berbagai sektor dalam industri F&B. Dengan dukungan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi perkembangan industri kuliner yang lebih berkelanjutan dan inovatif.
Dengan demikian, persiapkan diri Anda untuk menyaksikan transformasi dalam dunia kuliner melalui Café & Brasserie Expo 2026. Ini adalah saat yang tepat untuk terlibat, berbagi, dan berinovasi dalam suatu ekosistem yang akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri F&B di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Bogor Hornbills Tumbangkan Kesatria Bengawan Solo, Menjadi Kontender Gelar IBL 2026 dengan Optimasi SEO untuk Rank Google
➡️ Baca Juga: Donald Trump Mengancam Tarik AS dari NATO, Sebut Sekutu Eropa “Macan Kertas



