Telkom Dukung Perempuan Tumbuh dan Berdaya Melalui Teknologi di Kartini BISA Fest

Dalam rangka merayakan Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meluncurkan serangkaian acara bertajuk Kartini BISA Fest yang berlangsung dari 20 hingga 24 April 2026 di Jakarta. Dengan tema “Berdaya dengan Teknologi”, inisiatif ini mencerminkan komitmen Telkom untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang berdampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendukung perempuan agar semakin berdaya, produktif, dan siap mengambil peran penting di era digital.
Perempuan dan Peranan Teknologi dalam Ekonomi
Telkom melihat bahwa teknologi tidak sekadar berfungsi untuk konektivitas, tetapi lebih dari itu, teknologi memiliki potensi untuk membuka berbagai peluang, menciptakan keberdayaan, dan mendorong perubahan yang lebih inklusif. Dalam konteks ini, penting untuk menyadari bahwa perempuan saat ini memegang peranan krusial dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan.
Tantangan di Era Digital
Namun, perkembangan ruang digital juga membawa sejumlah tantangan baru, seperti meningkatnya risiko kekerasan berbasis gender secara online, perundungan siber, dan penyalahgunaan data pribadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa di samping memperluas akses, penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan teknologi dilakukan dengan cara yang positif, aman, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi perhatian dan komitmen bersama yang perlu diutamakan.
Filosofi Teknologi sebagai Cahaya Pemberdayaan
Telkom menginterpretasikan kembali filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwariskan oleh R.A. Kartini, di mana teknologi berfungsi sebagai cahaya yang tidak hanya menerangi tetapi juga memberdayakan. Melalui Kartini BISA Fest, Telkom berupaya memberdayakan perempuan dengan pendekatan yang komprehensif, terutama dalam mendorong peran perempuan sebagai penggerak digital dalam UMKM.
Keamanan Digital untuk Generasi Muda
Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, Telkom juga memberikan perhatian khusus pada keamanan digital, terutama bagi generasi muda. Melalui program edukasi keamanan digital yang dihadiri oleh 350 peserta, termasuk 50 siswi SMP secara langsung dan 250 siswi serta guru secara online dari berbagai daerah, Telkom menekankan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan bebas dari perundungan.
Talkshow Edukasi Keamanan Digital
Dalam sesi talkshow yang diadakan di Kartini BISA Fest, Elysabeth Damayanti selaku OVP Cybersecurity Telkom, menjelaskan langkah-langkah antisipatif terhadap risiko yang muncul dari penggunaan teknologi, termasuk perundungan berbasis digital yang semakin marak terjadi pada perempuan. Para peserta talkshow juga diberikan pemahaman praktis mengenai etika berinteraksi di dunia maya, perlindungan data pribadi, serta pentingnya keberanian untuk bersikap dan melindungi diri.
Menciptakan Ruang Digital yang Aman
“Ruang digital seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar, berkembang, dan berekspresi. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda perempuan untuk memiliki kesadaran sejak dini dalam menjaga data pribadi, memahami etika bermedia sosial, dan berani bersikap kritis terhadap berbagai ancaman digital. Dengan literasi yang tepat, perempuan tidak hanya dapat memanfaatkan teknologi, tetapi juga melindungi diri dan sesamanya di dunia maya,” ungkap Elysabeth.
Peningkatan Kapabilitas Digital melalui Pelatihan
Telkom juga berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas digital melalui pelatihan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang memungkinkan pelaku UMKM perempuan untuk membuat konten promosi dan membangun webstore dengan cara yang lebih praktis dan efektif. Dalam workshop generative AI, peserta dilatih untuk menghasilkan hingga 100 konten digital berbasis AI guna mendukung pemasaran di media sosial.
Pentingnya Branding dan Storytelling
Peningkatan tersebut juga diperkuat dengan sesi talkshow yang membahas cara membangun merek yang relatable melalui storytelling di media sosial. Sesi ini menekankan pentingnya branding dan storytelling dalam menjalin kedekatan dengan konsumen. Di sisi fundamental usaha, Telkom memberikan dukungan berupa 2.250 sertifikasi halal (baik reguler maupun self declare) serta sertifikasi BPOM, disertai dengan upaya penguatan identitas produk melalui rebranding dan pemberian hibah kemasan, dengan target produksi mencapai 500.000 kemasan pada tahun 2026.
Ruang Ekspresi Kreatif di Kartini BISA Fest
Selain berfokus pada aspek ekonomi dan literasi digital, Kartini BISA Fest juga menyediakan ruang ekspresi yang kreatif dan inklusif melalui sesi Woman in Act. Berbagai aktivitas menarik disajikan, mulai dari lomba peragaan busana yang diikuti oleh karyawan perempuan TelkomGroup sebagai upaya promosi produk kriya UMKM, workshop keterampilan yang melibatkan 30 UMKM binaan, hingga bazaar kuliner yang melibatkan 40 UMKM.
Membangun Jejaring dan Ekosistem yang Setara
Keseluruhan rangkaian acara ini berfungsi sebagai wadah bagi perempuan untuk menampilkan karya, mengasah kemampuan, serta memperluas jejaring. Keterlibatan pelaku UMKM, termasuk perempuan penyandang disabilitas, mencerminkan komitmen Telkom dalam membangun ekosistem yang setara dan membuka ruang bagi semua perempuan untuk tumbuh dan berdaya bersama.
Teknologi sebagai Pelita Pemberdayaan
Kartini BISA Fest lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah bukti bahwa teknologi, ketika dimanfaatkan secara tepat, dapat berfungsi sebagai pelita yang menerangi jalan menuju keberdayaan. Dari penguatan kapasitas digital hingga penciptaan ruang digital yang aman, setiap langkah yang diambil menjadi bagian dari upaya Telkom untuk mendorong perempuan agar terus melangkah lebih jauh. Dengan semangat “Berdaya dengan Teknologi”, inisiatif ini bukan hanya sekadar pesan, tetapi juga sebuah gerakan kolektif untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Usulan Strategis untuk Meningkatkan Status Lima Cagar Budaya di Sumatera Utara




