Kemendikdasmen Persiapkan Sekolah Referensi untuk Implementasi Deep Learning

Pada tahun 2025, kebijakan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia mulai dicanangkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memperkenalkan konsep baru yang disebut deep learning atau pembelajaran mendalam. Pembelajaran ini menekankan pada konsep mindful (penuh kesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan), yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan efisien bagi para siswa.
Implementasi Deep Learning di Sekolah
Implementasi deep learning ini tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Oleh karena itu, saat ini, guru-guru di berbagai sekolah sedang dilatih untuk dapat memahami dan menerapkan konsep ini. Guru yang telah terlatih diharapkan bisa mentransfer pengetahuannya kepada rekan-rekan guru lainnya di sekolah yang sama. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa proses pelatihan dan pengimbasan ini masih berlangsung.
Menariknya, sekolah yang memiliki guru yang telah menguasai konsep deep learning ini akan mendapatkan perlakuan khusus. Sekolah tersebut akan dijadikan sebagai sekolah model atau sekolah referensi untuk implementasi deep learning. Proses nominasi dan seleksi untuk menentukan sekolah model ini pun masih berlangsung. Mu’ti berharap bahwa sekolah model ini bisa mulai menjalankan konsep deep learning secara penuh pada tahun ajaran baru 2026-2027.
Empat Kerangka Pembelajaran dalam Deep Learning
Ada empat kerangka utama yang menjadi fondasi dalam implementasi deep learning di sekolah. Berikut adalah penjelasan dari keempat kerangka tersebut:
1. Strategi Mengajar
Strategi pengajaran dalam deep learning berfokus pada pengalaman belajar siswa yang autentik. Guru dituntut untuk mengutamakan praktek nyata yang dapat menstimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi antar siswa.
2. Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran adalah konsep yang membentuk hubungan dinamis antara guru, siswa, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Dalam konsep ini, kontrol pembelajaran tidak hanya berada di tangan guru, melainkan menjadi kolaborasi bersama.
3. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran dalam konsep deep learning menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar. Tujuan dari integrasi ini adalah untuk mendukung pembelajaran yang mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang sedemikian rupa agar dapat mendukung kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide. Dengan demikian, berbagai gaya belajar siswa dapat terakomodasi dengan optimal.
4. Pemanfaatan Teknologi
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam deep learning. Teknologi dapat berfungsi sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Dengan adanya berbagai sumber belajar, siswa memiliki peluang untuk menciptakan pengetahuan yang bermakna.
Implementasi deep learning di sekolah referensi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada proses belajar mengajar di Indonesia. Dengan konsep pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful, diharapkan para siswa dapat merasakan proses belajar yang lebih menarik dan efektif.
➡️ Baca Juga: Donald Trump Memainkan Lagu “November Rain” Guns N’ Roses di Forum Board of Peace: Kejadian Unik yang Terjadi
➡️ Baca Juga: Terapkan Optimasi SEO: Dapatkan Skin Eudora Flame Red Lips Secara Gratis Melalui Kode Redeem ML Terbaru 9 Maret 2026




