Batin Wulan dan Perki Lampung Kolaborasi Lakukan Skrining Jantung Bawaan pada Anak

Keberadaan penyakit jantung bawaan pada anak seringkali luput dari perhatian. Alhasil, penanganannya pun seringkali terlambat. Untuk mengatasi masalah tersebut, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Lampung dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Lampung mengambil inisiatif untuk melakukan skrining jantung bawaan pada anak. Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tersebut sehingga peluang anak untuk tumbuh sehat dan produktif menjadi semakin besar.
Peringatan Congenital Heart Disease Awareness Week
CHD Awareness Week 2026 menjadi momen yang tepat bagi YJI dan Perki Lampung untuk menggelar kegiatan skrining ini. Kegiatan yang berlangsung di Klinik Utama Pahlawan Medical Center (PMC), Kedaton, Bandar Lampung ini memiliki tema “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Selamatkan Masa Depan Anak”.
Ketua YJI Cabang Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau yang akrab disapa Batin Wulan, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari peringatan Congenital Heart Disease Awareness Week yang berlangsung pada 7–14 Februari 2026.
Penyebab Keterlambatan Deteksi Penyakit Jantung Bawaan
Menurut Batin Wulan, salah satu penyebab keterlambatan deteksi penyakit jantung bawaan adalah kurangnya edukasi kepada orang tua mengenai gejala awal penyakit tersebut. Oleh karena itu, melalui kegiatan skrining ini, YJI dan Perki berupaya membantu deteksi dini sejak usia bayi.
Di Lampung sendiri, kasus penyakit jantung bawaan sudah dapat terdeteksi sejak usia tiga bulan. Bahkan, secara medis, kelainan ini sudah ada sejak lahir. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi prioritas utama dalam penanganan penyakit ini.
Dukungan Medis dan Psikologis bagi Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan
Selain dukungan medis, anak dengan penyakit jantung bawaan juga membutuhkan pendampingan psikologis, baik dari keluarga maupun lingkungan sekolah. Oleh karena itu, komitmen YJI dan Perki tidak hanya terfokus pada aspek medis tetapi juga memberikan dukungan moral dan sosial bagi anak dan orang tuanya.
Untuk lebih menunjukkan empati dan dukungan kepada keluarga, YJI Lampung juga menyalurkan bantuan dana pendamping bagi pasien penyakit jantung bawaan.
Penyakit Jantung Bawaan: Masalah Kesehatan Serius pada Anak
Ketua Perki Lampung, dr. Terrance Ransun, Sp.JP(K), menyatakan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan masalah kesehatan serius pada anak. Data menunjukkan bahwa 9–10 dari setiap 1.000 kelahiran hidup mengalami penyakit jantung bawaan. Artinya, sekitar 1,3 hingga 1,4 juta bayi lahir dengan kelainan jantung setiap tahun.
Tantangan utama saat ini adalah tingginya angka kejadian dan keterbatasan akses layanan kesehatan dan deteksi dini, terutama di daerah. Untuk itu, melalui kolaborasi antara Perki Lampung dan YJI, harapannya adalah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperluas deteksi dini penyakit jantung bawaan di Provinsi Lampung.
Skrining Penyakit Jantung Bawaan Menggunakan Alat Ekokardiografi
Sebagai upaya konkret, Perki Lampung melaksanakan program skrining menggunakan alat ekokardiografi atau USG jantung. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta berusia 3 bulan hingga 17 tahun. Sementara di RSUD Abdul Moeloek, Perki menargetkan skrining bagi sekitar 50 pasien.
Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelainan jantung sejak dini, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal, serta membangun sistem rujukan yang lebih efisien untuk perawatan lanjutan.
dr. Terrance berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung anak di Lampung. “Kami percaya langkah kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak dengan penyakit jantung bawaan,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Menopause dan Nyeri Sendi: 5 Penyebab Utamanya yang Perlu Anda Ketahui

