Festival Pestani Rawit Groo: PT Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Petani Cabai

Jakarta – Dalam upaya untuk meningkatkan hasil panen cabai rawit, PT Petrokimia Gresik (Persero) meluncurkan program inovatif yang dikenal sebagai “Festival Pestani Rawit Groo”. Program ini bertujuan untuk membantu petani di Jawa Timur (Jatim) mengadopsi praktik budidaya yang lebih efisien dan terarah, sehingga produktivitas mereka meningkat secara signifikan.
Partisipasi Petani dari Berbagai Kabupaten
Festival ini dihadiri oleh 270 petani dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, di mana para petani diberdayakan melalui penerapan sistem pemupukan dan teknik budidaya berbasis teknologi di lahan pertanian mereka masing-masing.
Hasil Positif dari Praktik Budidaya
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan bahwa penerapan teknik budidaya yang lebih terarah telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Melalui demonstrasi plot (demplot), tercatat bahwa hasil panen cabai rawit mencapai 11,5 ton per hektare, mengalami peningkatan sekitar 13 hingga 15 persen dibandingkan hasil sebelumnya yang hanya 10 ton per hektare.
Mendorong Peningkatan Hasil Panen
Adityo menekankan pentingnya mendorong petani cabai rawit di Jatim untuk terus meningkatkan hasil panen mereka. Dengan pendekatan pemupukan yang seimbang, pemanfaatan teknologi, dan penerapan praktik budidaya yang tepat, diharapkan hasil panen akan semakin berkualitas dan usaha tani menjadi lebih menguntungkan.
Peran Strategis Jatim dalam Produksi Cabai Rawit Nasional
Jatim memiliki kontribusi yang signifikan dalam produksi cabai rawit di tingkat nasional, dengan sekitar 35 persen dari total produksi nasional yang mencapai lebih dari 600 ribu ton. Oleh karena itu, upaya peningkatan produktivitas sangat penting untuk menjaga pasokan cabai dan mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Kompetisi dalam Festival Pestani Rawit Groo
Festival Pestani Rawit Groo tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menyelenggarakan lomba yang menguji proses budidaya dan hasil panen. Dalam kategori Groo Field Creation, peserta menerapkan paket budidaya yang telah disusun oleh PT Petrokimia Gresik dari proses penanaman hingga panen.
Menunjukkan Praktik Budidaya yang Sederhana namun Efektif
“Kami ingin membuktikan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui praktik budidaya yang sederhana, akurat, dan konsisten,” imbuh Adityo. Melalui kompetisi ini, petani diharapkan dapat menunjukkan hasil yang optimal dari teknik budidaya yang mereka terapkan.
Partisipasi dari Pegiat Urban Farming
Festival ini juga melibatkan Groo Plant Creator, yang mengundang 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Peserta berbagi pengalaman mereka dalam budidaya cabai melalui platform media sosial, memperluas jangkauan informasi dan edukasi tentang pertanian.
- Pengalaman budidaya dari penanaman hingga panen.
- Kolaborasi dengan 54 influencer dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
- Tujuan untuk mendekatkan dunia pertanian kepada generasi muda.
- Penguatan jaringan edukasi pertanian.
- Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pertanian.
Melibatkan Komunitas Pertanian yang Luas
Secara keseluruhan, Groo Festival melibatkan sekitar 540 peserta, termasuk petani dan pegiat urban farming dari berbagai daerah. Kompetisi ini tidak hanya mencari petani dengan hasil panen terbaik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar dan membuktikan penerapan teknik budidaya yang lebih terarah di lahan mereka.
Harapan untuk Replikasi Praktik Budidaya
Adityo berharap bahwa praktik budidaya yang berhasil memberikan hasil optimal ini dapat diadopsi oleh lebih banyak petani di Jawa Timur. Dengan cara ini, manfaat dari program ini dapat dirasakan secara lebih luas, berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
Melalui Festival Pestani Rawit Groo, PT Petrokimia Gresik menunjukkan komitmennya untuk mendukung dan meningkatkan produktivitas petani cabai rawit di Indonesia. Dengan memadukan teknologi, edukasi, dan praktik budidaya yang efisien, diharapkan dapat tercipta ekosistem pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Kemendikdasmen Persiapkan Sekolah Referensi untuk Implementasi Deep Learning



