Gubernur Pramono Tegaskan Pasukan Kuning: Segera Perbaiki Jalan Rusak Tanpa Menunggu Viral
Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur kota, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menekankan perlunya perubahan pola kerja dari jajaran “pasukan kuning” Dinas Bina Marga. Ia mendorong agar mereka beralih dari pendekatan reaktif menjadi proaktif dalam menjaga kondisi jalan dan infrastruktur lainnya di ibu kota.
Transformasi Pola Kerja Pasukan Kuning
Pramono mengingatkan bahwa pemeliharaan jalan, terutama dalam menangani lubang, tidak seharusnya bergantung pada laporan masyarakat atau menunggu momen viral di media sosial. Ia menekankan pentingnya pemantauan rutin yang dilakukan secara teliti oleh petugas di lapangan untuk memastikan setiap kerusakan dapat segera ditangani.
“Kita tidak bisa hanya menunggu komplain atau viral untuk bertindak. Kepekaan dan ketelitian dalam memantau keadaan jalan adalah bagian dari pelayanan publik yang sesungguhnya,” ungkap Pramono saat menghadiri acara apresiasi dan silaturahmi di Kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian, dan Pengukuran Dinas Bina Marga, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.
Apresiasi untuk Dedikasi Pasukan Kuning
Di sisi lain, Gubernur Pramono juga memberikan penghargaan atas kinerja yang telah ditunjukkan oleh “pasukan kuning”. Ia menyatakan bahwa dedikasi petugas yang bertugas di berbagai kondisi, baik di bawah hujan maupun terik matahari, merupakan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pramono juga menyoroti respons cepat yang ditunjukkan oleh “pasukan kuning” dalam menangani kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi yang terjadi di akhir 2025 hingga awal 2026. Penanganan yang cepat, meskipun bersifat sementara, dianggap sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Jumlah Personel dan Kinerja yang Baik
“Dengan jumlah sekitar 1.500 personel, kinerja yang ditunjukkan oleh pasukan ini sangat baik. Saya memberikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh anggota Pasukan Kuning,” ujar Pramono, mengakui upaya luar biasa mereka dalam menjaga kualitas infrastruktur kota.
Dalam pernyataannya, Pramono juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan disiplin dalam menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Hal ini mencakup penggunaan peralatan dan bahan yang tepat guna memastikan keselamatan baik bagi petugas maupun masyarakat yang menggunakan jalan tersebut.
Semangat untuk Jaga Jakarta
Menutup sambutannya, Gubernur Pramono mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat semangat “Jaga Jakarta”. Ia berharap agar semua unsur dapat bekerja sama untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota bebas lubang melalui sinergi yang solid dan berkelanjutan.
“Pasukan kuning adalah ujung tombak dalam menjaga infrastruktur kota. Saya berharap kinerja ini dapat terus dipertahankan untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua,” tegas Pramono.
Tantangan yang Dihadapi Pasukan Kuning
Meski telah mencatatkan banyak prestasi, “pasukan kuning” tetap menghadapi berbagai tantangan. Perubahan cuaca yang ekstrem dan meningkatnya volume kendaraan menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan. Dengan demikian, strategi pemeliharaan yang lebih proaktif sangat diperlukan.
Selain itu, keberadaan lubang di jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Ini menambah urgensi bagi “pasukan kuning” untuk terus berinovasi dalam metode pemantauan dan perbaikan jalan.
Inovasi dalam Pemeliharaan Jalan
Untuk meningkatkan efektivitas kerja, Dinas Bina Marga sedang mempertimbangkan penerapan teknologi modern dalam pemantauan kondisi jalan. Beberapa langkah yang bisa diambil meliputi:
- Penerapan sistem pemantauan berbasis sensor untuk mendeteksi kerusakan secara real-time.
- Penggunaan aplikasi mobile yang memungkinkan warga melaporkan kerusakan secara langsung.
- Pelatihan rutin bagi anggota “pasukan kuning” untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
- Kolaborasi dengan pihak swasta dalam hal penyediaan bahan dan peralatan yang lebih efisien.
- Penerapan metode perbaikan jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan cara ini, diharapkan “pasukan kuning” dapat lebih cepat dalam merespons dan menangani kerusakan jalan. Inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam menjaga infrastruktur yang ada.
Pentingnya Kolaborasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam menjaga infrastruktur juga sangat penting. Gubernur Pramono mengajak warga untuk aktif berkontribusi, baik melalui laporan langsung maupun dengan cara menjaga lingkungan di sekitar mereka. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya infrastruktur yang baik akan sangat mendukung upaya “pasukan kuning”.
Masyarakat diharapkan dapat memberi informasi terkait kondisi jalan yang rusak, sehingga “pasukan kuning” dapat melakukan perbaikan dengan segera. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Jakarta dapat memiliki infrastruktur yang lebih baik dan aman bagi semua penggunanya.
Harapan untuk Masa Depan Jakarta
Ke depan, Gubernur Pramono berharap agar transformasi Jakarta menjadi kota global yang aman dan nyaman dapat segera terwujud. Dengan dukungan dari “pasukan kuning” dan partisipasi aktif masyarakat, ia yakin Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini akan membawa dampak besar di masa depan. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman dan nyaman untuk semua,” tutup Pramono dengan semangat.
➡️ Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Pungli di Jembatan Cirahong Melanggar Hukum dan Bisa Dipidana
➡️ Baca Juga: XLSMART Menghadirkan Layanan Telekomunikasi Inklusif, Optimasi Peringkat di Google




