Bioskop Jaksinema di Rusun Pasar Rumput Tawarkan Tiket Terjangkau Rp15.000-Rp20.000

Jakarta – Dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap film Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan bioskop Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput yang terletak di Tebet, Jakarta Selatan. Kehadiran bioskop ini bertujuan untuk mendekatkan warga dengan karya-karya perfilman lokal serta memperkuat ekosistem Jakarta sebagai Kota Sinema.
Inisiatif Jaksinema: Mewujudkan Ruang Apresiasi Film
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa Jaksinema merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi tersebut. “Jaksinema hadir untuk melengkapi usaha kami dalam menyediakan ruang bagi film dan ekonomi kreatif untuk berkembang. Ini adalah bioskop mini yang secara khusus memutar film-film karya anak bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi yang disampaikan pada hari Senin.
Fasilitas dan Harga Tiket yang Terjangkau
Bioskop Jaksinema di Pasar Rumput memiliki kapasitas 43 kursi dan berfokus pada penayangan film-film Indonesia. Harga tiket bioskop ini sangat terjangkau, yakni hanya Rp15.000 pada hari biasa dan Rp20.000 pada akhir pekan. Terletak di Tower III Lantai 3, Jaksinema buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00, memberikan kesempatan bagi penduduk sekitar untuk menikmati film tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Revitalisasi Kawasan Pasar
Rano Karno juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Perumda Pasar Jaya dalam menghidupkan kawasan pasar di Jakarta. Inisiatif ini meliputi revitalisasi pasar, penyediaan sarana pendukung, serta digitalisasi transaksi melalui QRIS, yang mempermudah interaksi antara pedagang dan masyarakat. Kehadiran Jaksinema merupakan hasil kolaborasi antara Perumda Pasar Jaya dan Layar Digi, yang semakin memperkaya pengalaman warga di sekitar.
Statistik Menarik tentang Film Nasional
Melihat data yang disampaikan oleh Rano, terdapat peningkatan yang signifikan dalam industri film nasional. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, sebanyak 93 film Indonesia telah ditayangkan dengan total penonton mencapai 40.711.772 orang. Pangsa penonton film nasional pada tahun ini diperkirakan telah mencapai sekitar 67 persen, menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat terhadap karya lokal.
Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Rano menekankan pentingnya merespons tingginya permintaan masyarakat akan film Indonesia. “Dengan menghadirkan Jaksinema yang lebih dekat kepada warga dan dengan harga yang terjangkau, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan tersebut,” lanjutnya. Dengan adanya bioskop di lingkungan permukiman, diharapkan dapat membuka lebih banyak aktivitas dan memperkuat subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Meningkatkan Akses dan Aktivitas Kreatif
Keberadaan ruang pemutaran film di kawasan permukiman dan pasar diyakini dapat memberikan peluang baru bagi masyarakat. “Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, maka ekosistem film dan subsektor kreatif lainnya akan semakin kuat. Ini pada akhirnya akan berkontribusi pada penggerakan industri kreatif di Jakarta,” ujar Rano.
Pengembangan Konsep Bioskop di Seluruh Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mengembangkan konsep serupa di rumah susun dan pasar lainnya. “Kami berharap Jaksinema dapat hadir di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, sehingga penghuni rumah susun mendapatkan tempat hiburan dan dapat menyalurkan bakat mereka. Setiap tempat pasti memiliki anak-anak muda yang kreatif,” tambahnya.
Membangun Ekosistem Kota Sinema
Rano juga menegaskan pentingnya membangun Jakarta sebagai Kota Sinema yang utuh, mencakup kebijakan, produksi, pengembangan talenta, serta fasilitas pemutaran film. “Saya percaya bahwa kota sinema bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan menjadi ekosistem yang nyata dan menjadi bagian dari wajah Jakarta di masa depan,” tuturnya dengan tegas.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
Langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmen untuk menciptakan ruang bagi industri film dan ekonomi kreatif. Dengan pengembangan bioskop Jaksinema, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses film-film Indonesia dan menikmati hiburan berkualitas.
Dengan harga tiket yang terjangkau dan lokasi yang strategis, bioskop ini menjadi pilihan menarik bagi warga Jakarta untuk menikmati film. Jaksinema tidak hanya sekadar tempat menonton film, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat budaya lokal dan kreativitas masyarakat. Dengan harapan bahwa lebih banyak inisiatif serupa akan muncul, kita dapat melihat masa depan yang cerah bagi industri perfilman Indonesia.
➡️ Baca Juga: Peluang Emas CASN 2026: 14 Instansi Tawarkan Lowongan untuk Lulusan SMA/SMK
➡️ Baca Juga: Cek Status Penerima BLT Kesra Rp900 Ribu April 2026 Secara Online di Sini




