Sawah Terdampak Bencana di Padang Pariaman Mulai Pulih dan Siap Panen Segera

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025, sawah-sawah di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan. Petani lokal bersiap untuk melakukan panen kembali, berkat upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak.
Kolaborasi untuk Pemulihan
Pemulihan lahan pertanian ini tidak terlepas dari kerjasama yang erat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Menurut Irawati Febriani, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, usaha bersama ini telah membuahkan hasil yang signifikan.
“Kami bisa melihat bahwa dengan penanganan yang tepat, lahan pertanian yang terdampak bencana dapat kembali produktif,” jelas Irawati di Parik Malintang, Sumatera Barat, pada hari Sabtu. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat mengatasi tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian.
Fokus pada Kebutuhan Dasar Pertanian
Pemulihan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada kondisi fisik lahan, tetapi juga mencakup upaya untuk memastikan kebutuhan dasar pertanian, terutama terkait dengan ketersediaan air. Sebelum bencana melanda, para petani di kawasan ini sangat bergantung pada sumur untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah.
Namun, bencana yang terjadi menyebabkan sumur-sumur tersebut tertimbun oleh material banjir bandang, yang mengakibatkan terganggunya aktivitas pertanian. Dalam menanggapi situasi ini, pemerintah memberikan bantuan berupa sistem irigasi perpompaan dan membangun jaringan irigasi tersier untuk mendukung kelangsungan kegiatan pertanian.
Peningkatan Ketersediaan Air
Irawati menambahkan, “Dengan adanya sarana irigasi, kami berharap ketersediaan air dapat lebih terjamin sehingga lahan tetap produktif dan para petani dapat terus melakukan kegiatan budidaya.” Langkah ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi para petani yang sempat terpuruk akibat bencana.
Detail Kerusakan Lahan Terdampak Bencana
Pertanian di Tanah Taban merupakan salah satu area yang paling parah terdampak bencana tersebut. Sawah-sawah di sana sempat tertutup oleh material banjir bandang, namun setelah proses pemulihan yang intensif, para petani telah kembali melakukan penanaman padi secara serentak pada 13 Mei 2026. Ini adalah langkah awal menuju pemulihan total bagi para petani yang sebelumnya kehilangan harapan.
- 1. 1.263 hektare lahan sawah terkena dampak bencana.
- 2. 446 hektare mengalami kerusakan ringan.
- 3. 238 hektare mengalami kerusakan sedang.
- 4. 450 hektare rusak berat.
- 5. 100 hektare dinyatakan hilang.
Program Pemulihan Lahan
Pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk memulihkan seluruh sawah yang mengalami kerusakan ringan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah). Sedangkan untuk sawah yang mengalami kerusakan sedang, 198 hektare sudah diperbaiki melalui program rehabilitasi, sehingga tersisa 40 hektare yang masih dalam proses pemulihan.
Untuk lahan yang mengalami kerusakan berat seluas 234 hektare, pemerintah telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pertanian melalui program Rehabilitasi Refocusing. Saat ini, proses ini telah memasuki tahapan verifikasi dan validasi lapangan untuk memastikan semua data dan informasi yang diperlukan telah akurat.
Proses Pengusulan Lahan yang Hilang
Sementara itu, untuk sawah yang dinyatakan hilang akibat bencana, proses pengusulan untuk mendapatkan dukungan penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat masih berlangsung. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki semua aspek yang terkena dampak bencana, agar para petani dapat kembali beraktivitas dengan optimal.
Harapan untuk Masa Depan Pertanian
Dengan semua langkah yang telah diambil, harapan untuk masa depan pertanian di Padang Pariaman semakin cerah. Pemulihan lahan terdampak bencana menjadi contoh nyata bahwa ketekunan, kolaborasi, dan dukungan yang tepat dapat mengembalikan kondisi pertanian ke jalur yang benar.
Keberhasilan pemulihan ini tidak hanya akan membantu petani untuk kembali panen, tetapi juga memberikan motivasi bagi komunitas pertanian lainnya yang mengalami bencana serupa. Dengan dukungan yang terus berlanjut, diharapkan semua petani di Padang Pariaman dapat kembali meraih hasil pertanian yang optimal.
➡️ Baca Juga: Bupati Cilacap Diduga Pungut “THR Lebaran” dari Dinas dan Puskesmas dengan Target Fantastis
➡️ Baca Juga: Enlit Asia-Electricity Connect Mempercepat Transisi Energi Berkelanjutan di ASEAN



