happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
Rona

Dosen ITB Anjurkan Penggunaan Media Sosial oleh Guru dan Dosen untuk Pembelajaran Efektif

Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi semakin krusial. Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga seorang kreator konten pendidikan, Imam Santoso, menekankan pentingnya guru dan dosen untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk memperluas ruang belajar mereka. Dengan perkembangan teknologi, pendidik kini memiliki peluang untuk menjangkau peserta didik dalam skala yang lebih luas, tanpa terhalang oleh batasan ruang dan waktu.

Peran Media Sosial dalam Pendidikan

Dalam sebuah acara bertajuk Inspiring Educator “Menjaga Masa Depan, Untuk Pertiwi”, yang diadakan oleh ParagonCorp di Jakarta, Imam menyampaikan pandangannya mengenai peran penting media sosial dalam dunia pendidikan. Ia menyoroti bahwa generasi muda saat ini cenderung mencari informasi dan membentuk cara pandang mereka melalui platform-platform digital. Oleh karena itu, kehadiran pendidik di ruang digital menjadi suatu keharusan.

“Sebagai contoh, dulu saya hanya bisa mengunjungi satu sekolah dan berinteraksi dengan sepuluh siswa. Sekarang, berkat media sosial, saya dapat mendidik dan memotivasi tidak hanya satu kelas, tetapi jutaan orang, tanpa batasan fisik,” ungkap Imam dengan semangat.

Ekspansi Jangkauan Pembelajaran

Menurut Imam, media sosial dapat digunakan oleh guru dan dosen untuk memperluas jangkauan pembelajaran. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses pembelajaran tatap muka yang tetap penting. Interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik masih sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan.

“Generasi muda banyak menghabiskan waktu di ruang digital, sehingga pendidik juga harus hadir di sana. Ini bukan tentang menggantikan ruang kelas, tetapi tentang memperluas peluang belajar,” tambahnya.

Media Sosial sebagai Alat Bantu Pembelajaran

Walaupun media sosial memiliki potensi untuk menjangkau banyak orang, Imam menekankan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai alat bantu dalam pendidikan. Peran pendidik sangat vital untuk memberikan konteks pada informasi yang beredar, membangun karakter, dan membantu generasi muda menggunakan pengetahuan yang mereka peroleh secara bertanggung jawab.

  • Memberikan konteks informasi
  • Membangun karakter peserta didik
  • Membantu penggunaan pengetahuan secara bertanggung jawab
  • Mendukung proses pembelajaran yang interaktif
  • Menjaga kepercayaan diri peserta didik

Membangun Kepercayaan Diri Peserta Didik

Imam juga menekankan bahwa pendidik memainkan peran penting dalam membangkitkan kembali kepercayaan diri peserta didik. Menurutnya, dukungan dari seorang guru atau dosen tidak selalu harus berupa pujian atas prestasi, tetapi bisa juga melalui kepercayaan bahwa peserta didik mampu mengatasi tantangan yang mereka hadapi.

“Seringkali, mahasiswa tidak membutuhkan seseorang yang hanya memberitahukan betapa hebatnya mereka. Apa yang mereka butuhkan adalah seseorang yang percaya kepada mereka, sehingga kepercayaan diri mereka dapat pulih dengan sendirinya,” jelasnya.

Contoh Nyata dalam Pendidikan

Imam membagikan pengalamannya ketika mendampingi seorang mahasiswa bernama Bagus, yang sempat terancam tidak menyelesaikan pendidikannya. Melalui dukungan dan pendampingan yang diberikan, mahasiswa tersebut berhasil menyelesaikan studinya dengan baik.

Kisah ini menarik perhatian di media sosial dan menjadi contoh penting tentang bagaimana kepercayaan dan dukungan pendidik dapat menjadi titik balik bagi peserta didik yang menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pendidikan mereka.

Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Pendidikan

Selain peran guru dan dosen, Imam menekankan bahwa kemajuan pendidikan memerlukan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pihak. Pemerintah, komunitas, dan sektor swasta masing-masing memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang dapat mendukung perkembangan peserta didik.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya berbagai program pendidikan yang dijalankan oleh ParagonCorp, seperti Wardah Inspiring Teacher (WIT) untuk guru, Inspiring Lecturer Program (ILP) untuk dosen, dan Paragon Scholarship Program (PSP) untuk mahasiswa. Program-program tersebut menunjukkan dukungan yang nyata bagi pendidik dan mahasiswa melalui pelatihan, pengembangan kapasitas, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Kepedulian terhadap Pendidik dan Mahasiswa

“Apa yang ingin saya soroti dari Paragon adalah komitmen mereka yang luar biasa, mulai dari program Inspiring Lecturer untuk dosen, Wardah Inspiring Teacher untuk guru, hingga Paragon Scholarship Program yang tidak hanya memberikan beasiswa tetapi juga pendampingan bagi mahasiswa,” ungkap Imam.

Acara Inspiring Educators 2026 juga menjadi momen penting, di mana WIT dan ILP 2026 meluluskan 5.000 guru dan 1.000 dosen. Sejak dimulai pada tahun 2017, kedua program tersebut telah berhasil menjangkau lebih dari 43.000 pendidik di 38 provinsi di Indonesia.

Dengan demikian, para pendidik diharapkan dapat memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran, sehingga mereka dapat memberikan dampak yang lebih luas dan signifikan bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Peran aktif pendidik dalam ruang digital ini menjadi langkah strategis dalam mendirikan fondasi pendidikan yang lebih baik dan lebih inklusif di masa depan.

➡️ Baca Juga: Spider-Man: Beyond the Spider-Verse Menampilkan Pertarungan Identitas Menegangkan Miles Morales

➡️ Baca Juga: 50 Bus Hangus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan 9 Armada

Related Articles

Back to top button