Gendhing Mataram Bergema Kembali, Mawlana Jawi Satukan Sastra dengan Musik Kontemporer

Dalam dunia yang semakin modern, banyak tradisi yang mulai dilupakan, terutama yang berkaitan dengan kekayaan sastra dan musik. Namun, musisi Mawlana Jawi berhasil menghidupkan kembali warisan budaya ini melalui karya “Gendhing Mataram”. Dipentaskan dalam Festival Muria Raya 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, karya ini merupakan upaya untuk menggabungkan pengetahuan dan khazanah intelektual Sastra Gendhing Mataram Islam dengan musik kontemporer.
Persembahan yang Menggugah
“Gendhing Mataram” ditampilkan pada malam puncak acara Cakramanggilingan Festival Muria Raya 2026 yang berlangsung di Desa Jepalo pada tanggal 29 Agustus. Acara ini menjadi bagian dari Program Manaqib Nagari: Persembahan Para Salik untuk Negeri yang diperkenalkan oleh Langgeng Culture Center. Direktur Langgeng Culture Center, W. Sanavero, menekankan pentingnya acara ini dalam menjaga dan mengembangkan tradisi.
Eksplorasi dalam Musik dan Sastra
W. Sanavero menjelaskan bahwa karya ini lahir dari eksplorasi mendalam Mawlana Jawi tentang hubungan antara musik, sastra Jawa, tasawuf, manuskrip klasik, dan tradisi lisan. Upaya ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pemahaman Islam yang berkembang di Nusantara, dengan mengedepankan nilai-nilai yang terkandung dalam khazanah tersebut.
Inspirasi dari Karya Klasik
Salah satu sumber utama dari eksplorasi Mawlana Jawi adalah “Serat Sastra Gendhing” yang ditulis oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Karya ini menggambarkan keterkaitan antara pengetahuan, spiritualitas, sastra, dan musik dalam tradisi Mataram Islam, yang menjadi pijakan penting dalam pengembangan karya “Gendhing Mataram”.
Perjalanan Kreatif Sejak 2022
Sejak tahun 2022, Mawlana Jawi melakukan eksplorasi terhadap khazanah ini melalui beberapa karya, seperti “Gema dan Suara”, “Alif (Sastro Gending)”, dan “La Ta’ayyun Sastro Gending”. Proses kreatif ini berlanjut hingga tahun 2026, ketika ia mengembangkan Laboratorium Musik Suluk Sultan Agung, yang berfokus pada penciptaan, interpretasi, dokumentasi, dan diseminasi pengetahuan Mataram Islam.
Kolaborasi yang Memukau
Dalam pementasan di Desa Jepalo, Mawlana Jawi menerjemahkan “Sastra Gendhing” ke dalam format musik kontemporer. Ia berkolaborasi dengan Denny Dumbo yang memainkan perkusi dan synthesizer, serta Danar Agung yang memainkan bass dan gitar. Kolaborasi ini menghasilkan perpaduan yang harmonis antara tradisi dan inovasi.
Tujuan Program Manaqib Nagari
W. Sanavero menyatakan bahwa Program Manaqib Nagari tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga mengupayakan penggalian pengetahuan dan kebijaksanaan yang terdapat di dalamnya. Menurutnya, yang perlu dirawat bukan hanya bentuk tradisi, tetapi juga makna dan nilai yang terkandung di baliknya.
Menghadirkan Pendekatan Baru
Menurut Sanavero, penerjemahan pengetahuan oleh Mawlana Jawi melalui musik kontemporer merupakan salah satu cara untuk menghadirkan pendekatan baru bagi masyarakat dalam memahami warisan masa lalu. Musik menjadi medium yang merefleksikan perjalanan peradaban dan kehidupan masyarakat, bukan sekadar sarana hiburan.
Relevansi Pengetahuan Masa Lalu
Pementasan “Sastra Gendhing” tidak dimaksudkan untuk mengagungkan masa lalu Mataram, tetapi untuk mengeksplorasi kembali relevansi pengetahuan yang berkembang pada masa tersebut dalam konteks kehidupan Indonesia saat ini. Ini menjadi penting dalam menciptakan jembatan antara tradisi dan masa kini.
Warisan yang Harus Dikenang
Dalam kesempatan tersebut, Mawlana Jawi berharap agar karya-karya seperti yang ditinggalkan oleh Sultan Agung, Ronggowarsito, dan Sunan Kalijogo dapat menjadi sumber rasa syukur dan teladan bagi generasi sekarang. Ia percaya bahwa mengenali kembali akar bangsa merupakan langkah penting dalam memahami identitas kita sebagai masyarakat Nusantara.
Persembahan untuk Semua
Mawlana Jawi menyatakan, “Karya ini saya persembahkan untuk semua orang, siapapun yang ingin mengenali kembali akar Bangsa kita di Nusantara. Bagi saya, lebih dari sekedar interpretasi musik, ini juga merupakan ikhtiar pribadi untuk belajar kembali dan merawat khazanah-khazaan yang ada.” Pementasan ini sekaligus mempertemukan dua lanskap kebudayaan Jawa: Muria sebagai ruang spiritual dan kultural masyarakat pesisir serta Mataram sebagai salah satu sumber tradisi intelektual Jawa-Islam.
Pentingnya Mempertahankan Warisan Budaya
Dalam era globalisasi ini, menjaga dan melestarikan warisan budaya seperti “Gendhing Mataram” menjadi semakin penting. Pementasan seperti ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi.
Peran Musik dalam Masyarakat
- Musik sebagai medium refleksi budaya.
- Kolaborasi antara seniman untuk menciptakan karya inovatif.
- Penggalian pengetahuan dari tradisi untuk generasi masa kini.
- Memperkuat identitas budaya melalui seni.
- Menghadirkan pengalaman baru melalui interpretasi musik.
Dengan demikian, “Gendhing Mataram” bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga sebuah perjalanan untuk kembali menggali warisan budaya yang kaya. Melalui karya ini, Mawlana Jawi tidak hanya mengajak masyarakat untuk menikmati musik, tetapi juga untuk merenungkan makna di balik setiap nada dan lirik yang disajikan.
Dengan upaya ini, diharapkan bahwa generasi mendatang akan lebih menghargai dan memahami kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa ini. Pendidikan tentang seni dan budaya harus terus ditingkatkan, agar warisan seperti “Gendhing Mataram” tetap hidup dan berkelanjutan dalam ingatan masyarakat.
Karya “Gendhing Mataram” adalah contoh nyata bagaimana seni dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Melalui kolaborasi yang inovatif, Mawlana Jawi berhasil menciptakan sebuah karya yang tidak hanya menampilkan keindahan musik, tetapi juga menyuarakan pesan yang dalam tentang identitas dan kebudayaan bangsa. Dalam setiap ketukan, ada cerita, dan dalam setiap lirik, ada makna yang perlu dijaga dan dilestarikan.
➡️ Baca Juga: Taman Wisata Goa Sunyaragi: Eksplorasi Sejarah dan Keunikan Arsitektur Batu Karang Cirebon
➡️ Baca Juga: Amanda Rigby dan Andre Taulany: Dijodohkan yang Seru dan Menarik!




