KemenPU Terapkan Strategi Cepat Atasi Kekeringan Sawah di 4 Kabupaten Jatim

Kekeringan sawah di Jawa Timur menjadi isu yang mendesak, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat untuk memastikan ketersediaan air bagi 3.330 hektare lahan pertanian yang terpengaruh. Dengan intervensi yang terencana melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, upaya ini diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Strategi Kementerian PU dalam Menghadapi Kekeringan
BBWS Brantas, pada tanggal 3 Oktober 2026, melaporkan bahwa dari total 3.330 hektare lahan yang terdampak, terdapat 2.592 hektare yang sangat membutuhkan pasokan air untuk menjaga hasil pertanian. Selain itu, 738 hektare lainnya memerlukan dukungan air untuk memulai musim tanam. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya intervensi yang tepat untuk mencegah kerugian pada sektor pertanian.
Rencana Penanganan Pasokan Air
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian PU telah menyiapkan 73 langkah strategis guna memperkuat pasokan air. Strategi ini mencakup:
- Perawatan saluran irigasi yang ada
- Peningkatan debit air atau pengaturan giliran aliran air
- Pengoperasian pompa untuk optimalisasi distribusi air
- Penyediaan sumur bor baik dalam maupun dangkal
- Monitoring berkala untuk evaluasi efektivitas intervensi
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen kementerian untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian selama periode kekeringan ini. Upaya ini penting agar produktivitas petani tidak mengalami penurunan yang signifikan.
Intervensi di Berbagai Kabupaten
Kabupaten Bangkalan
Di Kabupaten Bangkalan, intervensi dilakukan di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah. Di sini, dua unit mesin pompa berkapasitas 175 liter per detik diperbaiki untuk meningkatkan pasokan air ke daerah irigasi Dam Pamorah, yang melayani sekitar 250 hektare lahan pertanian. Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan akses air bagi petani di wilayah tersebut.
Kabupaten Trenggalek
Selanjutnya, di Kabupaten Trenggalek, satu unit pompa turbin dengan kapasitas 30 liter per detik telah dikerahkan di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan padi dan palawija seluas 20 hektare, sehingga petani dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam meskipun dalam kondisi kekeringan.
Kabupaten Tulungagung
Intervensi serupa juga diterapkan di Kabupaten Tulungagung, tepatnya di Desa Bangunmulyo, Kecamatan Pakel. Di sini, satu unit pompa turbin dengan kapasitas yang sama juga digunakan untuk mengairi 20 hektare lahan pertanian. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan produksi pertanian di daerah tersebut.
Kabupaten Sidoarjo
Di Kabupaten Sidoarjo, intervensi dilakukan di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. Akibat penurunan debit aliran dari Dam Ngaban yang tidak mencukupi, BBWS Brantas telah melakukan pengeboran dua titik sumur bor dangkal untuk mencari sumber air alternatif. Dengan cara ini, diharapkan pengairan untuk lahan pertanian dapat terpenuhi meskipun dalam kondisi sulit.
Peran Kementerian PU dalam Ketahanan Pangan
Melalui berbagai langkah yang diambil, Kementerian PU berupaya untuk memperkuat sistem irigasi dan memastikan ketersediaan air bagi petani di Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan nasional. Dengan memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi dengan baik, Kementerian PU berusaha untuk meminimalisir dampak kekeringan sawah di Jatim.
Pentingnya Infrastruktur Sumber Daya Air
Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air adalah aspek krusial dalam menghadapi tantangan kekeringan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan meliputi:
- Ketersediaan air yang cukup untuk irigasi
- Keberlanjutan sistem irigasi yang ada
- Pengelolaan sumber daya air yang efisien
- Peningkatan kapasitas teknologi irigasi
- Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Jatim dapat terjaga meskipun menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian PU dalam mengatasi kekeringan sawah di Jawa Timur merupakan upaya yang sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan. Dengan berbagai intervensi yang dilaksanakan di beberapa kabupaten, diharapkan petani dapat terus berproduksi dan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan. Dalam menghadapi tantangan kekeringan yang berkepanjangan ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci untuk sukses.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Tingkatkan Upaya Pemadaman Karhutla, 209 Hektare Lahan Gambut Terbakar
➡️ Baca Juga: 26 Kode Redeem ML Terkini 12 Maret 2026: Dapatkan Skin dan Hadiah Ramadan Gratis Sekarang Juga!



