www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

LPS Perluas Gerakan Literasi untuk Tingkatkan Kepemilikan Rekening di Masyarakat

BANDARLAMPUNG – Memperkuat kepemilikan rekening di kalangan masyarakat merupakan langkah krusial untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan formal. Hal ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam menyimpan uang, tetapi juga membuka berbagai peluang bagi individu untuk memanfaatkan layanan perbankan, melakukan transaksi secara lebih aman, serta mengakses produk pembiayaan dan keuangan lainnya.

Pentingnya Literasi Keuangan dalam Mendorong Kepemilikan Rekening

Upaya untuk memperluas kepemilikan rekening menjadi bagian integral dalam memperkuat inklusi keuangan, yang bertujuan agar lebih banyak masyarakat terhubung dengan sistem keuangan formal. Dalam konteks ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkomitmen untuk memperluas kegiatan literasi keuangan agar semakin banyak individu memiliki rekening bank.

Statistik Kepemilikan Rekening di Indonesia

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 15,3 juta orang di usia produktif yang belum memiliki rekening perbankan. Dengan adanya program literasi ini, LPS menargetkan jumlah tersebut dapat ditekan menjadi 13 juta orang. Ini menunjukkan betapa pentingnya upaya edukasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan.

“Saat ini, tingkat literasi keuangan berada di angka 60-an persen. Kami berharap, dalam lima tahun ke depan, angka tersebut dapat meningkat menjadi 80 persen, mendekati tingkat inklusi yang diharapkan,” jelas Farid dalam acara Lampung Financial Festival 2026 yang berlangsung pada Minggu (6/9).

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia

Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan di Indonesia mencapai 93,61 persen secara nasional. Namun, di sisi lain, literasi keuangan hanya berada di level 69,57 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun banyak masyarakat yang sudah memiliki rekening, pemahaman mereka tentang produk keuangan masih belum optimal.

“Banyak orang yang sudah terlibat dalam sistem perbankan dan memiliki rekening, mungkin mereka membuka rekening secara daring. Namun, literasi keuangan mereka masih rendah. Ini adalah tantangan yang ingin kami atasi,” tambah Farid.

Peran Edukasi dalam Era Digital

Walaupun perkembangan teknologi telah memudahkan penyebaran informasi keuangan, LPS menilai bahwa edukasi secara langsung tetap sangat penting. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa informasi keuangan yang diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda, adalah akurat dan dapat dipercaya.

Sejauh ini, LPS telah melaksanakan berbagai kegiatan literasi keuangan di sejumlah kota di Indonesia bagian barat, termasuk Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Lampung. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai produk dan layanan keuangan yang ada.

Pengembangan Program Literasi Keuangan di Wilayah Lain

Farid menyatakan bahwa pihaknya kini tengah memetakan wilayah lain yang juga memerlukan program edukasi keuangan, terutama di bagian timur Indonesia. “Kami merencanakan untuk melaksanakan edukasi di wilayah lain, baik itu di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, terutama di daerah timur. Banyak masyarakat yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan informasi, dan kami akan mengevaluasi lokasi mana yang paling berdampak untuk peningkatan literasi keuangan,” jelasnya.

Target dan Harapan LPS

LPS memiliki harapan besar agar dengan adanya program literasi keuangan ini, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya memiliki rekening dan manfaat yang ditawarkannya. Dengan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan finansial yang lebih bijak. Meningkatnya literasi kepemilikan rekening juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Pembangunan literasi kepemilikan rekening merupakan langkah strategis yang diambil oleh LPS untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Melalui berbagai program edukasi yang dijalankan, diharapkan lebih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman yang baik tentang produk keuangan dan mampu memanfaatkan layanan perbankan dengan maksimal. Dengan demikian, diharapkan tingkat kepemilikan rekening di masyarakat dapat meningkat secara signifikan, membawa efek positif bagi ekonomi nasional.

➡️ Baca Juga: Salat Id Muhammadiyah di Lapangan Sempur Bogor, Dishub Siapkan Beberapa Titik Parkir Strategis

➡️ Baca Juga: Manfaat Rutin Berenang untuk Mencapai Postur Tubuh Ideal dan Proporsional

Related Articles

Back to top button