Terungkap! 6 Ruang Kelas Darurat Resmi Beroperasi di SMAN 2 Mereudeu, Kabupaten Pidie Jaya Aceh

Tiga bulan setelah banjir yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berupaya keras untuk memulihkan proses pembelajaran dan infrastruktur pendidikan. Kemendikdasmen melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, telah mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu, di Kabupaten Pidie Jaya. Selama kunjungannya, Abdul Mu’ti berkesempatan untuk berinteraksi dengan siswa, memberikan motivasi, dan juga menyerahkan bantuan berupa buku. Penyerahan buku ini disertai juga dengan peresmian enam ruang kelas darurat (RKD) di sekolah tersebut.
“Hari ini, saya merasa beruntung bisa mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya. Saya meresmikan enam ruang kelas darurat dan juga memberikan beberapa bantuan buku dan perlengkapan sekolah lainnya. Ini adalah bukti nyata dari apa yang kami upayakan untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ungkap Abdul Mu’ti saat berada di Kabupaten Pidie Jaya, pada hari Selasa, 10 Maret 2026.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembangunan enam ruang kelas darurat tersebut merupakan langkah sementara selama proses rekonstruksi gedung sekolah utama berlangsung. “Kami terus berusaha untuk memastikan bahwa rekonstruksi gedung sekolah dapat dilakukan secepat mungkin. Dan ketika gedung sekolah sudah berdiri, ruang kelas darurat ini masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti kantin atau fasilitas pembelajaran lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammadiah, Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, memberikan apresiasinya kepada Kemendikdasmen atas perhatian yang sangat besar terhadap sekolahnya. Dengan nada penuh haru, dia mengungkapkan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu adalah salah satu sekolah yang paling parah terdampak oleh bencana banjir pada akhir November 2025. “Di tengah bulan suci Ramadan ini, kami merasa sangat bersyukur atas peresmian enam ruang kelas darurat. Kami merasa sangat terhormat atas kunjungan dari Menteri Mu’ti, ini menjadi momentum bagi kami untuk bangkit dan terus berusaha menjadi lebih baik,” ujar Diah.
Dia juga menambahkan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu termasuk salah satu sekolah di Kabupaten Pidie Jaya yang akan dibangun gedung baru oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Semua bangunan sekolah akan diratakan dan dibangun kembali sesuai dengan rencana gambar bangunan baru. “Kami ucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Pak Menteri. Semoga semua bantuan yang kami terima dapat bermanfaat sebaik-baiknya dan menjadi berkah bagi semua anggota sekolah SMA Negeri 2 Mereudeu,” terangnya.
Kehadiran ruang kelas darurat tersebut juga dirasakan sebagai kebahagiaan oleh Israqiah, siswi SMA Negeri 2 Mereudeu. Sebelum adanya ruang kelas darurat, proses pembelajaran berlangsung dengan sangat sederhana di tenda darurat dengan lantai dari kain terpal. “Saya bisa melihat langsung bagaimana proses pembangunan ruang kelas darurat ini berlangsung dengan sangat cepat. Ruangannya cukup bagus, dilengkapi dengan bangku, meja, dan papan tulis. Saya merasa sangat senang bisa kembali belajar di ruang kelas,” ungkap Israqiah.
Ziadatul Una, seorang siswi lainnya, juga merasakan kebahagiaan yang sama terkait peresmian enam ruang kelas darurat. Menurutnya, kembali ke ruang kelas darurat sman 2 mereudeu memberikan semangat baru untuk belajar dan berinteraksi dengan teman-teman sekelas.
➡️ Baca Juga: Rusuh Final Campeonato Mineiro: 23 Pemain dari Cruzeiro dan Atletico Mineiro Terkena Kartu Merah
➡️ Baca Juga: 5 Filter Air Kamar Mandi Efektif untuk Menghindari Penyumbatan Saluran

