Pendampingan Meningkatkan Inovasi Kota Bima yang Diajukan ke Kemendagri Sebesar 24,4%

Kota Bima, yang terletak di Nusa Tenggara Barat, tengah mengalami perkembangan signifikan dalam hal inovasi daerah. Pada tahun 2026, kota ini mengajukan sebanyak 291 inovasi untuk mengikuti penilaian yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mencatatkan peningkatan yang mengesankan sebesar 24,4% dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencatat 234 inovasi. Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa Kota Bima semakin serius dalam mengembangkan inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pendampingan yang Efektif dari BRIDA
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, Arif Roesman Effendy, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah inovasi ini merupakan hasil dari pendampingan yang intensif terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) serta berbagai unit pelayanan publik selama hampir tiga bulan. Proses pendampingan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan inovasi yang ada di berbagai sektor pelayanan.
“Setelah semua inovasi berhasil kami ajukan, kini kami menunggu hasil penilaian dari Kemendagri. Kami memahami bahwa yang dinilai tidak hanya sekadar kuantitas, tetapi juga kualitas dari inovasi tersebut,” ujarnya.
Proses Pendampingan yang Komprehensif
Tim Pendamping Inovasi BRIDA Kota Bima melaksanakan pendampingan sejak tanggal 3 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan fokus pada beberapa sektor penting. Beberapa entitas yang menjadi sasaran pendampingan ini meliputi:
- Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
- Sekolah
- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
- Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)
- Puskesmas dan kelurahan
Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari identifikasi inovasi hingga penyusunan profil yang diperlukan, pemenuhan dokumen pendukung, hingga penguatan bukti yang diperlukan untuk proses pengajuan melalui sistem penilaian Kemendagri.
Distribusi Inovasi yang Meningkat
Dari total 291 inovasi yang diajukan, sebanyak 61 inovasi berasal dari OPD, 218 inovasi dari sekolah, dan 12 inovasi lainnya berasal dari puskesmas, Labkesda, serta kelurahan. Angka ini menunjukkan bahwa sebaran inovasi di Kota Bima mulai meluas, yang sebelumnya pada tahun 2025, 215 dari 234 inovasi atau sekitar 91,9% berasal dari sektor pendidikan.
“Ini adalah tanda bahwa inovasi mulai menjadi bagian integral dari budaya kerja di perangkat daerah dan unit pelayanan publik,” tambah Arif.
Inovasi di Berbagai Sektor Pemerintahan
Arif juga menekankan bahwa pada tahun 2026, semua enam urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar akan memiliki inovasi. Keenam urusan tersebut meliputi:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Sosial
- Ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat
- Pekerjaan umum dan penataan ruang
- Perumahan rakyat dan kawasan permukiman
Sektor pendidikan masih mendominasi jumlah inovasi, dengan total 211 inovasi atau 72,5% dari keseluruhan, diikuti oleh sektor kesehatan yang mencatat 32 inovasi atau 11%, dan sektor sosial dengan 14 inovasi atau 4,8%. Sektor lainnya, seperti ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, mencatat enam inovasi atau 2,1%, pekerjaan umum dan penataan ruang dengan empat inovasi atau 1,4%, serta perumahan rakyat dan kawasan permukiman dengan dua inovasi atau 0,7%.
Indeks Kematangan Inovasi yang Tinggi
BRIDA Kota Bima juga mencatat bahwa rata-rata indeks kematangan dari 291 inovasi yang diajukan mencapai angka 97,32, yang masuk dalam kategori sangat matang. Dari total ini, sebanyak 125 inovasi atau 42,96% mencapai tingkat kematangan 100 atau lebih, sementara sisanya tersebar dalam kategori yang beragam, mulai dari belum matang hingga sangat matang.
Pentingnya Pendampingan untuk Kualitas Inovasi
Arif menegaskan bahwa tujuan pendampingan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pengajuan, tetapi juga untuk memperkuat bukti implementasi, manfaat, dampak, dan keberlanjutan inovasi yang ada. “Inovasi membutuhkan komitmen, keberanian, dan konsistensi untuk mengubah cara kerja menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dengan adanya pendampingan yang terstruktur dan komprehensif, diharapkan inovasi yang diajukan oleh Kota Bima tidak hanya mencapai kuantitas, tetapi juga kualitas yang diharapkan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas. Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berinovasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.
➡️ Baca Juga: Sawah Terdampak Bencana di Padang Pariaman Mulai Pulih dan Siap Panen Segera
➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan Freelancer untuk Mengelola Pendapatan Tidak Tetap dengan Efektif




