TPA Sarimukti Hampir Penuh, Jabar Kolaborasi dengan TNI Olah 1.000 Ton Sampah Menjadi Solar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat untuk menciptakan sebuah inovasi dalam pengelolaan sampah. Dengan memanfaatkan teknologi pirolisis, sebanyak 1.000 ton sampah per hari dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti akan diolah menjadi bahan bakar solar. Ini adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah yang semakin mendesak di kawasan Bandung Raya, yang dihadapkan pada ancaman ledakan sampah dan potensi penuh TPA Sarimukti pada akhir 2026.
Inovasi dalam Pengelolaan Sampah
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk mencegah peningkatan jumlah sampah yang dapat mengakibatkan krisis lingkungan. Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 5.000 ton setiap harinya di Bandung Raya, pengelolaan yang efektif menjadi sangat penting. Melalui pengolahan sampah menjadi solar, tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan sumber energi alternatif yang bermanfaat.
Rencana Pemasangan Mesin Pirolisis
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa instalasi mesin pirolisis ditargetkan akan dipasang pada akhir tahun 2026 dan diharapkan dapat beroperasi sepenuhnya pada tahun 2027. Ini adalah langkah yang diambil untuk memastikan bahwa pengolahan sampah di TPA Sarimukti dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dukungan Infrastruktur dan Perizinan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mendukung proyek tersebut melalui penyediaan infrastruktur yang diperlukan serta mempermudah proses perizinan. Hal ini penting agar proyek ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Herman juga menyatakan harapan agar instalasi mesin sudah terpasang sebelum akhir tahun ini.
Target Pengolahan Sampah
“Mudah-mudahan, akhir tahun ini sudah terpasang instalasinya, kemudian bisa operasional di tahun 2027, sehingga seribu ton sampah per hari bisa diolah menjadi solar,” ujar Herman menegaskan.
Strategi Tambahan untuk TPA Sarimukti
Selain menggunakan teknologi pirolisis, Pemprov Jabar bersama tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) juga melakukan berbagai rekayasa teknis untuk memperpanjang usia operasional TPA Sarimukti. Beberapa strategi yang diterapkan termasuk pemadatan sampah di Zona 5 dan pembangunan gravity wall di sisi selatan serta timur TPA.
Mencegah Ledakan Sampah
Herman menekankan pentingnya upaya mencegah terjadinya ledakan sampah di Bandung Raya. “Tidak boleh ada ledakan sampah di Bandung Raya. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus kerja keras untuk mencegahnya. Sudah kami perkirakan bahwa akhir tahun ini Sarimukti akan penuh,” ujarnya. Pemerintah telah melakukan pemeriksaan lapangan dan menyadari bahwa tindakan segera diperlukan.
Pengurangan Sampah dari Sisi Hulu
Upaya penanganan juga dilakukan dari hulu, yaitu dengan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Dalam rangka ini, Pemprov Jabar akan melibatkan 25.000 mahasiswa untuk turun ke masyarakat, hotel, dan pusat kuliner di Bandung Raya mulai Oktober 2026. Mereka akan berperan dalam mendampingi masyarakat dan pelaku usaha dalam proses pemilahan sampah.
Program Pemilahan Sampah
Program pemilahan sampah ini juga terkait dengan konversi 10 satuan kredit semester (SKS) bagi mahasiswa yang terlibat. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Proyeksi Ketahanan Operasional TPA Sarimukti
Serangkaian strategi yang diterapkan, baik dari sisi hulu hingga hilir, diproyeksikan dapat menjaga ketahanan operasional TPA Sarimukti hingga akhir 2029. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan TPA Sarimukti dapat berfungsi secara optimal meskipun menghadapi tantangan yang ada.
Rencana Jangka Panjang untuk Pengelolaan Sampah
Setelah itu, pengelolaan sampah di Bandung Raya diharapkan akan beralih dengan dukungan fasilitas Waste to Energy TPPAS Legok Nangka, yang ditargetkan untuk beroperasi sepenuhnya pada tahun 2030. Ini adalah bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dan penerapan teknologi yang inovatif, diharapkan pengelolaan sampah di TPA Sarimukti dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengatasi masalah serupa. Upaya ini tidak hanya akan mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis yang signifikan melalui pemanfaatan energi terbarukan dari limbah.
➡️ Baca Juga: Hasil TKA SD 2026 Diumumkan 26 Mei: Jadwal dan Cara Cek SHTKA Secara Praktis
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Energi Mental untuk Mencegah Kelelahan Harian




